Awas! Lost Generation Akibat Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda saat diskusi webinar bersama PCI Nahdlatul Ulama Tiongkok. (Foto: imron hamid/PCINU Tiongkok)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengatakan, perlu antisipasi adanya ancaman Lost Generation di masa pandemi Covid-19. Selain terganggunya proses belajar di dunia pendidikan, juga fakta merosotnya kemiskinan.

“Ya, akibat hilangnya kesempatan anak-anak kita untuk belajar normal. Faktanya, 65 persen sekolah di Indonesia tidak mampu menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh. Selain itu, juga lost generation karena hilangnya asupan gizi. Akibat orang tua mereka mendadak miskin, sehingga kehilangan pekerjaan,” kata Syaiful Huda, dalam keterangan diterima Sabtu, 13 Juni 2020.

Baca Juga

Ia mengungkapkan hal itu dalam Diskusi Webinar bertajuk “Arah pendidikan selama Pandemi Covid-19: Fenomena Normal Baru di Luar Negeri”. Selain menghadirkan Syaiful Huda, dalam diskusi virtual yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok, menampilkan juga Ketua PBNU Dr. Hanief Saha Ghofur, Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy sebagai keynote speaker.

Selain itu, Dr. Yaya Sutarya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Beijing, dan Prof. Agus Sartono serta para akvitis PCINU Tiongkok, seperti Imron Rosyadi Hamid dan Budi Sugandi sebagai host diskusi.

Pada kesempatan itu, Ketua PBNU Dr. Hanief Saha Ghofur mengingatkan, Rencana Strategi (Renstra) Pembangunan di bidang pendidikan dibuat pada masa pra-pandemi Covid-19.

“Perubahan/revisi Renstra di semua sektor pembangunan termasuk pendidikan harus dilakukan menyesuaikan kondisi pandemik Covid19 agar bisa tepat sasaran dan tidak terjadi longsor mutu pendidikan kita,” tuturnya.

Mahasiswa Asing di Tiongkok Bebas dari Covid-19

Sementara itu, Dr. Yaya Sutarya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Beijing menegaskan, sebanyak 280 ribu mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di Tiongkok, tidak ada satu pun yang terpapar Covid-19.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Tiongkok serius menjaga keselamatan warga asing,” tuturnya.

Prof. Agus Sartono mengingatkan, dampak pandemi Covid-19 terjadinya perlambatan ekonomi yang berpengaruh pada penyerapan angkatan kerja.

“Terdapat 15 juta pencari kerja dan pengangguran. Meskipun pembelajaran darling belum efektif di sekolah dan kampus-kampus termasuk UI dan UGM yang ‘tergagap-gagap’ tetapi ini merupakan pilihan terbaik diantara yang buruk (the best among the worst) yang harus diambil pemerintah,” tegasnya. (red)