Pencemar Nama Baik Ahok Tidak Ditahan

  • Whatsapp
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Instagram/@basukibtp)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dua tersangka pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yakni KS (67) dan EJ, tidak ditahan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, saat ini mereka disangkakan dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 tentang Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

Dalam pasal tersebut, keduanya diancam hukuman 4 tahun penjara. “Ancam empat tahun, karena ancaman di bawah dari lima tahun, Jadi kita tidak lakukan penahanan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dikutip dari Kompas.com, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Baca Juga

Meski begitu, kata Yusri, kasus tersebut masih tetap berjalan. Keduanya dikenakan wajib lapor selama masih sambil menunggu pemberkasan.

BACA JUGA: Dua Orang Pencemar Nama Baik Ahok Ditangkap

“Jadi kita tidak lakukan penahanan. Tapi kasus tetap berjalan yang bersangkutan hanya dikenakan wajib lapor sambil menunggu nanti pemberkasan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu melaporkan kasus pencemaran nama baiknya pada jejaring media sosial. Ia melapor melalui kuasa hukumnya, Ahmad Ramzy ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ pada 17 Mei 2020 lalu.

“Iya betul. (tentang) Pencemaran nama baik di media sosial lah ya,” kata Ramzy saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2020).

Ramzy menjelaskan, kasus yang sudah dilaporkan itu lebih kepada penghinaan yang dialami Ahok dan keluarga.

“Penghinaan baik ke BTP (Basuki Tjahja Purnama) dan keluarga,” katanya.

Penghinaan itu berupa tulisan dan gambar yang dikirimkan oleh pelaku melalui instagram resmi Ahok beberapa waktu lalu. Namun, Ramzy sendiri tidak dapat menjeaskan apa kalimat penghinaan yang terima oleh Ahok.

“Penghinaan berupa tulisan dan gambar di media sosial instagram,” ucapnya.

Pelaku Sudah Minta Maaf

Kendati demikian, KS (67), satu dari dua tersangka telah meminta maaf dan mengakui perbuatannya. KS mengaku khilaf telah melakukan penghinaan tersebut.

“Saya telah melakukan suatu kekhilafan. Tidak ada tunggangan dari politik atau golongan-golongan tertentu,” ujar KS di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020).

Menurut KS, perbuatan penghinaan dilakukan karena terbawa perasaan dan pengalaman yang sama seperti mantan istri Ahok, Veronica Tan. Setelah bercerai, Ahok menikah dengan Puput Nastiti Devi.

“Didasarkan oleh emosi karena saya merasa bahwa saya adalah sesama wanita yang juga pernah mengalami hal-hal seperti yang dialami Bu Vero. Ini murni hanya berdasarkan nalar dan nurani kaum wanita,” ucapnya.

“Sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya, saya mohon diberikan kesempatan itu. Oleh karena saya sudah tidak sehat lagi pada seumur ini, jika saya harus menjalankan hukuman, saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit kronis. Ini sungguh-sungguh,” tutupnya.(lna)

Post Terkait

banner 468x60