Oknum Polisi Penembak Anggota TNI dan Warga Sipil Ditangkap

  • Whatsapp
Oknum Polisi pelaku penembakan anggota TNI dan dua warga sipil, Cornelis Siahaan (rompi orange) dihadirkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran dalam Jumpa Pers Foto : Istimewa
Oknum Polisi pelaku penembakan anggota TNI dan dua warga sipil, Cornelis Siahaan (rompi orange) dihadirkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran dalam Jumpa Pers Foto : Istimewa
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA Polda Metro Jaya berhasil mengamankan oknum polisi berpangkat Bripka inisial Cor (40). Dia merupakan pelaku penembakan di Cafe RM Cengkareng yang menewaskan tiga orang dan melukai satu orang. Polda Metro juga mengamankan dua alat bukti untuk proses pidana.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran dalam jumpa pers Kamis siang, 25 Februari 2021 mengatakan, pelaku kini sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Pemerikdaan marathon juga disertai olah TKP.

Baca Juga

“Kami sudah mendapatkan dua alat bukti dan kami akan proses pidana,” kata Kapolda dilansir Nusadaily.com.

Dirinya juga mengatakan setelah mendapatkan keterangan dari berbagai saksi dan olah TKP, oknum polisi langsung ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat asal 338 KHUP.

Fadil Imran menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pangdam Jaya sebagai Garnisun Keamanan Ibukota, dan  berkomunikasi dengan  Panglima Kostrad sebagai atasan salah satu korban yang tewas dalam kejadian tersebut.

“Kami juga memerintahkan tim membantu meringankan korban dalam hal pemakaman. Saya meminta tim bekerja secara maksimal,” tambah Kapolda Metro Jaya.

Fadil Imran sebagai atasan tersangka  menyampaikan permohonan maaf  setinggi tingginya kepada masyarakat, keluarga korban dan TNI Angkatan Darat.

“Saya ucapkan belasungkawa yang dalam atas kejadian ini. Kami akan menindak pelaku dengan tegas juga akan menegakkan hukum yang berkeadilan,” jelasnya. 

Mantan Kapolda Jawa Timur ini juga menambahkan, pihaknya juga mengambil langkah cepat dalam proses Pidana.

“Kami akan proses tersangka dengan Kode Etik sampai dengan hukuman tidak layak menjadi anggota Polri,” tutup Fadil Imran.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota TNI dari Kesatuan Angkatan Darat Pratu Martinus Kardi Risky Sinurat bersama dua orang sipil tewas ditembak oknum Polisi disebuah cafe.(sir/wan)