Menparekraf: Industri Kuliner Mampu Dorong Ekonomi Indonesia

  • Whatsapp
kuliner ekonomi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno. (ANTARA/Livia Kristianti)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA –  Industri kuliner penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno.

“Industri kuliner Indonesia merupakan industri yang potensial dan terus mengalami pertumbuhan. Industri ini mendorong ekonomi nasional dan mampu membuka lapangan kerja yang besar,” kata Menparekraf Sandiaga dalam video sambutannya di acara virtual Sekolah Bisnis Kuliner by Foodizz, dikutip dari Antara.

Baca Juga

BACA JUGA: “Indonesia Trend Forecast 2021/2022”, Panduan Fesyen Digital dari Kemenparekraf – Nusadaily.com

Lebih lanjut, Menparekraf menambahkan, untuk mendorong industri kuliner agar bisa lebih bersaing lagi bahkan secara internasional, diperlukan adanya pengetahuan akan bisnis dan kuliner itu sendiri.

“Di era normal yang baru ini, pengetahuan bisnis harus dimiliki (pelaku industri kuliner) untuk berkompetisi dan berkolaborasi… Ke depannya, platform edu-tech diharapkan juga bisa menjadi startup global yang menginspirasi pengusaha kuliner. Semoga sukses mencetak pelaku bisnis kuliner yang bisa bersaing bahkan di pasar internasional,” pungkas Menteri Sandiaga.

BACA JUGA: Kemenparekraf Selenggarakan Bimtek “Digital Marketing” di Sleman – Beritaloka.com

Di sisi lain, CEO Foodizz Rex Marindo mengatakan bahwa tantangan yang kerap dihadapi pelaku bisnis kuliner adalah kurangnya edukasi akan bisnis itu sendiri.

BACA JUGA: Kemenparekraf kembali Fokuskan Potensi Desa Wisata dan Homestay – Noktahmerah.com

“Selama perjalanan saya dengan teman-teman Foodizz, kami melihat ada jarak atau gap yang cukup jauh sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan bisnis kuliner karena kurangnya ilmu pengetahuan yang komprehensif dan menyeluruh,” kata Rex dalam talkshow virtual.

“Beberapa di antaranya yaitu mulai dari kegiatan operasional, marketing, finansialnya, supply chain management, product development, hingga investasi untuk nantinya bisnis kulinernya bisa scale up,” ujarnya menambahkan.

Dengan adanya kegiatan pengetahuan bisnis seperti Sekolah Bisnis Kuliner Foodizz, diharapkan para peserta dapat memperoleh akses di ekosistem bisnis kuliner seperti ilmu bisnis secara teori, koneksi partnership, investor, vendor, teknologi dan perizinan pemerintah yang tentunya dengan pendampingan dari para advisor yang telah ahli di bidangnya.(mic)