Halal Bihalal Lintas Iman, Menag sebut Toleransi Jangan Terbatas pada Simbolik Perayaan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menghadiri halal bihalal digital lintas iman. Yang diadakan oleh Institute of Social Economic Digital (ISED) dan Nasaruddin Umar Office (NUO) Selasa (18/5/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengajak tokoh dan umat beragama untuk merawat dan meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. Karena, menurut dirirnya toleransi harus mewujud dalam kehidupan keagamaan dan sosial bangsa, jangan terbatas pada simbolik perayaan semata.


“Mari terus meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. Tidak terbatas simbolik perayaan ataupun peringatan keagamaan, namun terus ditingkatkan dalam kehidupan keagamaan dan kehidupan sosial kita,” ucap Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu.


Dalam kesemp[atan tersebut Menag yaqut juga menyampaikan sikap moderat dalam beragama atau moderasi beragama diyakini dapat memupuk sikap toleransi dan kerukunan umat beragama.

“Untuk itu, seluruh umat beragama diharapkan memiliki cara pandang, sikap dan praktik beragama dalam perspektif jalan tengah yang melindungi martabat kemanusiaan,” imbuh Gus Yaqut.

Sambut Baik Halal Bihalal Lintas Iman


Ia pun menyambut baik Halal Bihalal Lintas Iman yang dapat menjadi momentum untuk mempererat toleransi antar umat beragama di Indonesia. Terlebih, pada saat umat Muslim merayakan Idulfitri 1442 H lalu, umat Kristiani memperingati Kenaikan Yesus Kristus.


“Kedua perayaan dan peringatan pada hari yang sama ini termasuk momen langka. Menurut ahli astronomi dapat terjadi 200 tahunan. Selain menjadi hari besar bagi umat agama masing-masing, perayaan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus tahun ini bisa menjadi momentum untuk mempererat toleransi antarumat beragama di Indonesia,” tuturnya.


Sementara itu Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan jika ebaran Idulfitri bukan hanya milik umat Islam, tapi milik seluruh bangsa Indonesia.
“Ini sebagai tradisi yang diwariskan oleh para orang tua kita. Dan ini merupakan suatu yang unik di Indonesia. istilah halalbihalal itu hanya ada di Indonesia,” ungkap Nasaruddin.


Diacara yanga sama, Founder ISED Sri Adiningsih mengungkapkan, halal bihalal saat lebaran merupakan momentum khas yang hanya dimiliki bangsa Indonesia.
“Halal bihalal ini adalah tradisi indah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, meskipun hanya lewat virtual, ini bisa mengobati kerinduan kita untuk bersilaturahmi,” ujar Sri.


Halal Bihalal Digital Lintas Iman yang mengusung tema tema “Sambung Rasa Persaudaraan Antar Umat Beragama & Penghayat Kepercayaan” ini dihadiri sejumlah tokoh. Seperti Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Ketua PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Anggota BPIP Romo Benny Susetyo. Direktur Sekolah Pancasila Yudi Latif, Tokoh Sangha Theravada Bikhu Gunaseno. Serta Komunitas Penghayat Kepercayaan Dewi Kanti.(sir/aka)