Buntut Antigen Bekas Kualanamu, Seluruh Direksi KF Diagnostika Dipecat

  • Whatsapp
Para tersangka kasus dugaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu. (Datuk Haris Molana/detikcom)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian BUMN memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD), buntut dari kasus alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu amat bikin resah masyarakat di tengah pandemi Corona yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya, Minggu (16/5/2021).

BACA JUGA : Penggunaan Alat Bekas, Wakil Ketua MPR: Tingkatkan Pengawasan Instansi Pengecekan Covid-19 – Nusadaily.com

Untuk diketahui, Erick Thohir telah menyatakan turun langsung menangani kasus. Surat pemecatan kepada seluruh direksi KF Diagnostika pun turun.

Thohir (Rachman Haryanto/detikcom).

Erick menegaskan apa yang terjadi di Kualanamu adalah persoalan yang mesti direspons secara profesional dan serius. Setelah melakukan penilaian secara terukur dan berlandaskan semangat good corporate governance, langkah tegas mesti diambil.

BACA JUGA : Dukung PPKM Terminal Kalideres Sediakan Posko Tes Usap Antigen Gratis – Imperiumdaily.com

Terkait kasus alat tes antigen bekas di Kualanamu, Erick Thohir menegaskan semua BUMN terikat pada kesepakatan bersama untuk bertindak profesional sesuai dengan core value yang dicanangkan, yaitu amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Apa yang terjadi dalam kasus tes antigen bekas di Kualanamu dinilai bertentangan dengan core value tersebut.

“Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain,” kata Erick Thohir.

BACA JUGA : Sekat Perbatasan Timur Jakarta Dengan Alat Tes Antigen – Beritaloka.com

Kelemahan Secara Sistem

Erick Thohir menjelaskan, ada kelemahan secara sistem yang membuat kasus antigen bekas bisa terjadi. Hal ini berdampak luas bagi kepercayaan masyarakat. Menurut Erick, sebagai perusahaan layanan kesehatan, rasa kepercayaan yang diperoleh dari kualitas pelayanan menjadi hal yang tak bisa ditawar.

“Akumulasi dari seluruh hal tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah ini. Ini bukan langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan bahwa seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” kata Erick Thohir.

Saat ini, auditor independen sedang bekerja untuk memeriksa semua lab yang ada di bawah Kimia Farma.(han)