BNI dan Mandiri Terlibat Transaksi Janggal, Intelejen Keuangan Internasional Turun Tangan

  • Whatsapp
Bank BNI Mandiri
beberapa bank yang memiliki transaksi mencuirgakan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dokumen Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) atau “FinCEN Files” membocorkan keterlibatan bank-bank di Indonesia, termasuk BNI dan Mandiri, dalam sejumlah transaksi janggal. Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae, angkat bicara mengenai hal ini.

Baca Juga

Dia menegaskan, informasi yang beredar dan mencuat dipublik diperoleh dari International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ). Informasi itu menurutnya tidak berasal dari sumber yang resmi, dalam hal ini FinCEN sebagai mitra FIU daripada PPATK.

Meski begitu, bukan berarti informasi ini diabaikan oleh PPATK. Pihaknya bahkan kian memperkuat jaringan intelejen keuangan internasional untuk menggali data lebih lanjut.

“Kerja sama kita dengan lembaga intelejen keuangan negara lain semakin kita tingkatkan untuk menelusuri transaksi keuangan yang mencurigakan, dan penelusuran aset. Tapi itu semua bersifat sangat rahasia sesuai praktik-praktik intelejen keuangan internasional dan Undang-Undang yang berlaku,” ujarnya melalui jawaban tertulis, ketika dikonfirmasi pada Selasa (22/9/20) dilansir Nusadaily.com.

Mengenai bocoran FinCEN sendiri, meski diklaim bukan berasal dari sumber resmi PPATK tetap akan menggunakan informasi itu. Dikatakannya bahwa pihaknya akan menggunakan segala informasi yang berasal dari mana saja sebagai input di dalam melakukan analisis dan pemeriksaan.

“Kami tidak dapat melakukan konfirmasi terhadap informasi seperti ini kepada publik. Tapi kita memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan,” bebernya.

Ia menegaskan, produk laporan dari PPATK merupakan laporan intelijen yang bersifat rahasia. Artinya, produk tersebut hanya digunakan untuk kepentingan penyelidikan/penyidikan oleh aparat penegak hukum. (iro)

Post Terkait

banner 468x60