1.500 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Idul Fitri di Jakarta Pusat

  • Whatsapp
Personel Dikerahkan
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2021). ANTARA/Sudin Kominfotik Jakarta Pusat.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan TNI serta Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengerahkan sedikitnya 1.500 personel gabungan untuk Operasi Ketupat Jaya 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri di kawasan ini.

BACA JUGA : Pemudik Nekat Lewat Pos Cemorosewu, Petugas: Kami Amankan dan Kami Pulangkan – Nusadaily.com

Baca Juga

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Hengki Haryadi saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu, mengatakan mereka disiapkan untuk melakukan pengamanan selama 12 hari, yakni mulai 5-16 Mei 2021.

“Operasi Ketupat tahun ini dilaksanakan dalam rangka penekanan angka persebaran COVID-19. Jangan sampai justru fase di Hari Raya Idul Fitri ini terjadi peningkatan lonjakan kasus COVID-19,” kata Hengki usai memimpin apel itu.

Hengki menjelaskan berkaca dari Idul Fitri tahun lalu, kasus COVID-19 khususnya di Jakarta Pusat terjadi peningkatan yang sangat signifikan.

BACA JUGA : Operasi Ketupat 2021, Polri/TNI Siapkan 155 Ribu Personel – Noktahmerah.com

Oleh karena itu, TNI-Polri serta Pemerintah Kota Jakarta Pusat berkomitmen untuk melakukan pengamanan ketat, terutama di masa larangan mudik yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Ada pun personel gabungan akan ditempatkan di tujuh pos yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, seperti sentra pelayanan masyarakat dan sentra ekonomi, termasuk Tanah Abang.

Hengki menambahkan masyarakat yang melanggar penerapan protokol kesehatan. Seperti kerumunan dan tidak memakai masker, personel akan melakukan penindakan, namun dengan pendekatan yang humanis.

BACA JUGA : Apel Gabungan Kesiapan Larangan Mudik, Bupati Situbondo Sampaikan Pesan Kapolda Jatim – Beritaloka.com

“Sebagaimana terjadi di Tanah Abang, kita jadikan pelajaran untuk preventif dan kita edukasi ke masyarakat. Untuk melakukan 3M dan memperkecil kesempatan orang membuat kerumunan,” kata Hengki.(ros)