Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaCultureKue Bulan Khas Festival Tradisional Tiongkok Juga Ada di Indonesia, Ini Bedanya

Kue Bulan Khas Festival Tradisional Tiongkok Juga Ada di Indonesia, Ini Bedanya

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Festival Pertengahan Musim Gugur adalah salah satu festival tradisional Tiongkok yang diturunkan dari generasi ke generasi di Indonesia. Meski tak ditetapkan pemerintah sebagai hari libur resmi, Festival Pertengahan Musim Gugur tetap sangat penting di hati orang Tionghoa Indonesia. Ada satu tradisi yang selalu dinanti saat Festival tersebut, yakni makan Kue Bulan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir Meidu News Network News, tradisi memakan kue bulan saat Festival Pertengahan Musim Gugur di Indonesia sama dengan di China, namun kue bulan di Indonesia sedikit berbeda dengan yang ada di China.

BACA JUGA: Es Semangka India, Habiskan 100 Kg hingga Beromzet Rp 3 Juta Sehari

Kue Bulan Panggang Bulat Berlapis Kerak Putih adalah kue bulan khas Pontianak, Kalimantan, Indonesia yang renyah dan lembut, berminyak tapi tidak berminyak, manis dan asin. Kue ini rupanya cocok di lidah masyarakat Indonesia.

Salah satu pemilik toko kue bulan Peng Lidan mengatakan, meskipun dilanda pandemi Covid-19, mereka masih dapat menjual rata-rata sekitar 2.000 kue bulan per hari. 

“Bisnis itu sedikit terpengaruh dalam satu atau dua bulan pertama setelah epidemi, tetapi segera kembali normal. Kami menjual setiap hari, dan kami dapat menjual rata-rata 2.000 potong sehari, dan lebih banyak lagi di akhir pekan. Kami menjual 3.000 kue bulan,” kata Peng Lidan.

“Tapi kami akan membuat lebih banyak selama Festival Pertengahan Musim Gugur, dan kami juga akan menjual kue bulan besar. Kue bulan ini telah diturunkan dari Tiongkok sepanjang waktu. Meskipun telah ditingkatkan, sangat dicintai oleh semua orang. Kami akan terus membuatnya,” lanjut Peng Lidan.

BACA JUGA: Cara dan Tips yang Tepat Membersihkan Daging Kurban di Tengah Wabah PMK

Kue bulan khas Indonesia yang dijual sepanjang tahun ini sudah menjadi jajanan sehari-hari. Selain kue bulan rasa pasta kacang yang paling populer, Peng Lidan juga mengembangkan produk dengan berbagai rasa seperti durian, labu lilin, cokelat, dan keju untuk memenuhi selera dan kebutuhan masyarakat setempat. 

Selama Festival Pertengahan Musim Gugur, mereka juga akan menjual kue bulan berukuran besar yang sama dan kue bulan bergaya Kanton yang terkenal dari China, yang disukai banyak masyarakat setempat. (mdr1)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU