Wagub Emil : Buku Madzhab Wasthiyah Sunan Ampel Referensi Islam Nusantara

  • Whatsapp
Caption : Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dan Menteri Agama Staqut Cholil Qoumas saat melaunching Buku Madhzab Dakwah Watshiyah Sunan Ampel oleh UINSA
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Salah satu referensi Islam Nusantara kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak adalah buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Surabaya.

Kata Wagub Emil, buku itu dapat menjadikan pemikiran dan referensi baru mengenai Keislaman Nusantara dan Wali Songo. Sebab, Keislaman di Indonesia tidak terlepas dari peran Wali Songo.

“Kami yakin impactnya luar biasa dengan adanya buku ini. Terdapat kearifan lokal untuk memperkenalkan Islam Nusantara,” ujar Emil.

Kali ini Wagub Emil menghadiri launching buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel, Daya Center, Penguatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jumat (26/3/2021).

Dengan buku tersebut Emil berharap, masyarakat mendapatkan pencerahan terhadap ajaran Islam tentang adil, seimbang, bermaslahat, dan proporsional dalam semua dimensi kehidupan. Sehingga, buku tersebut tidak hanya sebagai buku bacaan saja, tetapi sebagai tuntutan dalam kehidupan beragama.

Perjuangan Kanjeng Sunan Ampel selanjutnya harus diteruskan dan dijaga, dilestarikan, teruskan, dan kembangkan.

“Hingga kita betul-betul menjadi Islam yang moderat, toleran, inklusif, bisa menghargai, menghormati perbedaan di tengah keberagaman,” tukas suami artis Arumi Bachsin ini.

Buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel Telah Melalui Proses yang Panjang

Emil Dardak yakin, buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel telah melalui proses yang panjang sebelum diterbitkan. Baik melalui FGD dan diskusi mubaligh, ulama, guru besar, sejarahwan Islam dan lainnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas mengajak Civitas Kampus UINSA Surabaya untuk ikut memberikan edukasi secara optimal.

Apalagi di tengah menguatnya narasi ajaran agama yang masih banyak ditafsirkan sebagai alat politik atau alat kepentingan tertentu, ketimbang sebagai inspirasi.

“Maka UINSA terutama Fakultas Dakwah dan Komunikasi harus berupaya kuat dan sistematis bisa mengarahkan energi umat Islam ke arah yang lebih esensial. Sehingga, agama akan lebih kontributif terhadap peradaban,” tukasnya.

Launching Buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel, Daya Center, dan Penguatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam yang dilakukan oleh Menag RI ini merupakan rangkaian dari peringatan 50 tahun Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA.(ima/aka)