Takziyah, Kirim Bantuan, Khofifah Minta Bupati Studi Longsor

  • Whatsapp
Khofifah dan Forkopimda saat melihat dari dekat lokasi longsor Ponpes An Nidzhomiyah Pamekasan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- PAMEKASAN
Gubernur Khofifah meminta Bupati Pamekasan, BPBD dan dinas terkait segera melakukan study mendalam menyusul bencana longsor yang menelan 5 santriwati Pondok Pesantren An-Nidzomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Selasa (23/2/2021) lalu tersebut.

Baca Juga

Kata Khofifah hal Ini penting dilakukan, karena sebagai bentuk upaya penguatan. Sekaligus perlindungan kepada masyarakat mengingat wilayah tersebut jalur lalu lintas masyarakat.

Terlebih, lanjut Khofifah, dengan kondisi curah hujan yang diprediksi masih tinggi. Dikhawatirkan kejadian serupa bisa terulang.

Maka dari itu, diharapkan kerjasama dan kewaspadaan semua pihak guna saling memberi rasa aman kepada seluruh penghuni Pondok Pesantren.

“Jadi Pak Bupati bersama BPBD akan melihat bagaimana kontur dan kerentanan tanah. Hal ini penting, karena ternyata wilayah tersebut masih menjadi pusat mobilitas masyarakat sekitar,” tandas Khofifah, Sabtu (27/2/2021).

Sekadar diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meninjau lokasi bencana longsor di Ponpes An Nidzhomiyah tersebut.

Khofifah menyerahkan bantuan kepada korban musibah longsor yang meninggal senilai Rp 10 juta. Dan bagi korban yang mengalami luka berat sebesar Rp 5 juta.

Selain itu, ada bantuan 100 paket bahan pokok, 50 lembar selimut, 50 paket sandang dan 50 lembar matras. Paket sandang khusus perempuan berisi, kain jarit, baju, pakaian dalam, peralatan mandi, handuk dan sandal.

“Kami harapkan, bantuan yang diberikan ini bisa jadi bentuk tanggap darurat dari Pemerintah terhadap kejadian bencana yang tengah terjadi,” pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Jatim Yanuar Rachmadi, menegaskan untuk selanjutnya kawasan itu radius 50 meter dari bibir tebing dilarang ada kegiatan pembangunan.

“Jadi kita bersama Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Pondok Pesantren dan perangkat lainnya. Sepakat di radius 50 meter tidak boleh dibangun lagi,” terang Yanuar.

Longsor Tewaskan Lima Santri

Sebelumnya, bencana tanah longsor itu menewaskan lima santriwati yang tertimbun tanah dan bangunan.

Dua di antaranya luka parah, dan hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit setempat.

Untuk memberi dukungan moril, dan materiil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M meninjau langsung lokasi longsor di Pondok Pesantren An-Nidzomiyah.

Turut mendampingi, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Pejabat OPD di lingkup Pemprov Jatim dan Pemkab Pamekasan.

Di lokasi Gubernur Khofifah bersama Forkopimda meninjau lokasi kamar santriwati yang diterjang tanah longsor. Ada tiga kamar santri putri rusak parah akibat longsoran dan tertimpa pohon tumbang.

Selanjutnya, Khofifah dan rombongan Forkopimda juga takziyah untuk mengucapkan bela sungkawa. Serta mendoakan agar para korban yang kesemuanya masih tercatat sebagai santriwati bisa diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.

“Semoga para santriwati tersebut khusnul khotimah. Diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Karenanya, kehadiran kami hari ini, diharapkan bisa menjadi bagian yang memberi penguatan dari layanan pendidikan di Pesantren ini,” pungkas Ketua PP Muslimat ini.(ima/aka)