Tak Ada Pemasukan, Pelaku Jasa di Bromo Hibur Diri dengan Semprot Disinfektan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Pelaku usaha jasa angkutan wisata di Bromo Kabupaten Probolinggo tak luput dari dampak Covid-19 atau virus corona baru. Namun, bukan berarti mereka diam di tempat meski tak ada pemasukan sama sekali.

Hal itu ditunjukkan Perkumpulan Penyedia Jasa Layanan Akomodasi dan Transportasi Wisata atau Patra. Menggunakan mobil JIP, Kamis, 2 April 2020 mereka melakukan aksi penyemprotan disinfektan ditengah mati surinya usaha mereka akibat Gunung Bromo ditutup.

Baca Juga

Puluhan anggota Patra, melakukan penyemprotan disinfektan di jalan menuju wisata Bromo mulai dari kawasan Desa Ngepung Kecamatan Sukapura, turun ke Desa Boto serta Desa Palang Besi Kecamatan Lumbang.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian Patra ditengah wabah Covid-19. Kendati omzet kami anjlok karena Bromo ditutup, bukan berarti menjadi penghalang bagi kami untuk ikut mencegah Covid-19,” jelas Ketua Patra, Mochammad Solehan pada Nusadaily.com.

Ia mengaku, ditengah kebuntuan dan kelesuan usahanya karena Bromo ditutup, aksi semprot disinfektan juga bagian dari menghibur diri. Banyak berdiam, ia merasa akan memperburuk keadaan.

Melibatkan puluhan anggotanya, aksi semprot disinfektan dilakukan melalui iuran tiap anggota. Rencana akan dilakukan secara rutin oleh Patra.

Pihaknya berharap, wabah virus corona ini segera berlalu. Tidak hanya Patra, semua pihak termasuk pelaku ekonomi juga punya harapan yang sama.

“Semoga dengan ikhtiar ini, wabah virus corona segera hilang. Tidak hanya dari aspek kesehatan, ekonomi di Probolinggo khususnya areal wisata Bromo bisa kembali bernafas,”tutup pria yang akrab disapa Gus Han ini.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo ditutup hingga tanggal 31 Maret. Namun karena corona masih mengancam, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mememperpanjang penutupan hingga 29 Mei 2020. (ras)

Post Terkait

banner 468x60