Satkar Ulama Surabaya Minta Solidaritas Umat Islam Indonesia Membacakan Qunut Nazilah untuk Palestina

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Aksi kebiadaban Israel terhadap Palestina kembali terjadi di akhir bulan Ramadan pada 10 Mei 2021 lalu saat rakyat palestina melaksanakan salat tarawih di Masjid Al Aqso.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Satuan Karya (Satkar) Ulama Surabaya, Nur Khalis, mengatakan bahwa aksi brutal Israel tersebut jauh dari nilai – nilai kemanusian.

Untuk itu, atas nama kemanusiaan dan atas nama ukhuwah Islamiyah-wathoniyah Maka satkar ulama surabaya, pertama, meminta solidaritas umat Islam Indonesia yang berjumlah kurang lebih 240 juta jiwa berdoa kepada Allah membaca doa Qonut Nazilah.

“Dalam setiap salat agar saudara-saurdara seiman dan antar iman di Palestina diberikan kekuatan, kesabaran , solid dalam persatuan dan kesatuan mempertahankan tanah airnya sebagai bentuk keteguhan keimanannya (hubbul wathon minal iman ) karena doa senjata Muslim paling ampuh,” ujar pria yang juga Plt. Sekretaris DPD Golkar Sumenep itu, usai melaksanakan halal bihalal virtual dengan jajaran pengurusnya, Sabtu 15 Mei 2021.

Kemudian, pihaknya juga meminta Presiden Republik Indonesia melalui kemenlu RI untuk terlibat aktif dalam komunikasi politik internasional untuk memberikan resolusi tegas dan terukur bersama dewan keamanan PBB dan OKI dengan meminta diberlakukannya hukum internasional dan sanksi tegas untuk Israel.

“Kebiadaban Israel yang sering diulang-ulang dengan berlindung atas nama teroris Hamas demi kedamaian dan ketenteraman adalah kepalsuan-kepalsuan Israel untuk melegitimasi oraganisinya yang faktanya telah memakan banyak korban sipil,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini merupakan kejahatan kemanusian yang butuh resolusi bukan retorika ke retorika dalam setiap kejadian kejahatan kemanusiaan dan kebiadaban yang dilakukan Israel kepada Palestina.

Perlu Dukungan Tegas Indonesia

“Support dan dukungan dan kemampuan Indonesia berdiplomasi untuk diberlakukannya sanksi tegas dan terukur untuk Israel adalah sebagai penghargaan solidaritas antar negara (ukhuwah Wathoniah) dengan Palestina. Sebagai negara pertama yang mengakui Indonesia merdeka,” tegas mantan aktivis Surabaya tersebut.

“Aksi Solidaritas dan Sentuhan uluran Tangan*

Selain itu, dirinya juga meminta rakyat Indonesia melakukan aksi solidaritas kemanusian (ukhuwah basyariah) dengan berdonasi melalui lembaga terkait untuk saudara-saudara kita di Palestina yang jadi korban kebiadaban Israel.

“Tentunya mereka sangat membutuhkan sentuhan dan uluran tangan kita melalui infaq sebagian rezeki kita ditengah situasi yang tidak aman yang dialami rakyat Palestina,” pintanya.

Sentuhan aksi solidaritas kemanusiaan ini, lanjut pria murah senyum itu, penting sebagai support untuk membantu mereka berjuang dan memperjuangkan keimanannya membela tanah air mereka dari agresi militer israel yang terus membabi buta.

“Mari kita serentak dan viralkan di media sosial tentang kebiadaban dan pelanggaran HAM oleh Israel kepada Palestina sebagai bentuk pembelaan kemanusiaan untuk rakyat Palestine melalui media mainstream baik cetak, elektronik maupun pribadi,” pungkasnya. (nam/aka)