Ribuan Pemilih Bermasalah, PPDP Langgar Aturan dan Tak Patuhi Prokes Covid-19

  • Whatsapp
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) berakhir pada 13 Agustus 2020. Akhir Juli, Bawaslu di Jawa Timur sudah menemukan ribuan data pemilih bermasalah.

Diduga Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam mencoklit tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi mendata, formulir A.A.2–KWK (stiker) yang ditempel PPDP tanpa tanda tangan pemilik rumah.

Ada PPDP hanya melihat KK tanpa mencocokkan dengan KTP lalu menganggap seluruh rumah memenuhi syarat.

“Seharusnya PPDP memastikan data di KK sesuai KTP. Jangan lalu diklaim semua di KK telah memenuhi syarat. Termasuk tidak menempel stiker tanpa ada tanda tangan dari pemilik rumah,” terangnya

Jajarannya menemukan PPDP yang tidak dapat menemui pemilih lalu coklitnya diserahkan kepada aparat RT/RW. Bahkan ada temuan, PPDP tidak melakukan perbaikan data jika ada perubahan elemen data.

Bahkan ditemukan indikasi PPDP bekerjasama melakukan coklit di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), namun seluruh formulir A.A 1 KWK (tanda bukti telah dicoklit) sudah diisi terlebih dahulu oleh PPDP sebelum datang ke rumah pemilih.

Selain itu, ditemukan PPDP melimpahkan tugas kepada orang lain. “Ini sangat berisiko, apalagi KPU telah menetapkan bahwa data pemilih merupakan informasi yang dikecualikan,” ujarnya.

Termasuk untuk pengawas pemilu. Bahkan ada orang yang bukan bagian penyelenggara pemilu, membawa dokumen yang terdapat informasi yang dirahasiakan.

“Jajaran kami akan memproses hal yang seperti demikian dan tidak segan untuk merekomendasikan untuk dilakukan coklit perbaikan,” tegasnya.

Tak kalah kesalnya, banyak PPDP kurang patuh terhadap Protokol Covid-19.

“Tahapan pilkada dilanjutkan dengan syarat protokol pencegahan persebaran Covid-19 harus dipatuhi. Itu yang harus disadari oleh semua pihak,” tutur Aang.

Alumni Ponpes Mambaus Sholihin Gresik ini menghadirkan data Bawaslu Pacitan yang menemukan ribuan pemilih bermasalah.

Ada 6.548 pemilih tidak memenuhi syarat tapi masuk dalam A-KWK (daftar pemilih), 1.584 pemilih belum melakukan perekaman E-KTP, 220 pemilih ganda identik, 2.106 pemilih memenuhi syarat tapi tidak terdaftar, dan 5.355 pemilih yang salah alamat dan NIK.

“Ini baru satu kabupaten, ada ribuan data pemilih bermasalah. Untuk daerah lainnya kami sedang rekapitulasi temuan. Yang jelas, kami akan terus mengawasi secara ketat tahapan krusial ini. Bagian dari komitmen gerakan #bawaslujagahakpilih.” pungkas Aang.(ima/lna)

Post Terkait

banner 468x60