Polisi Rilis Penganiaya Cewek Apartemen yang Ngaku TS Gibran dan Dirut BUMD Jatim

  • Whatsapp
anggriani pelaku
Polrestabes Surabaya menggelar rilis penangkapan pelaku penganiayaan cewek di Apartemen Surabaya. (istimewa)
banner 468x60

SURABAYA – Sat Reskrim Polrestabes Surabaya menggelar rilis hasil tangkapan pelaku penganiayaan terhadap Anggriani Chintami Ayu Lestari (32) penghuni apartemen Royal City Loft lantai 3, yang menghebohkan sepekan terakhir, Sabtu (24/10/2020) siang.

BACA JUGA: Gadis Cantik Ini Babak Belur Dianiaya, Terduga Pelaku Ngaku Tim Inti Gibran

Baca Juga

BACA JUGA: Kasus Penganiayaan Gadis Cantik di Apartemen Dilanjut ke Penyidikan

Pelaku bernama Rahardian Zulfikri (34) warga asal Bangil, Pasuruan, ini menganiaya korban yang adalah pacarnya sendiri, hingga babak belur wajah, tangan dan kaki.

Yang menarik dalam kasus ini, si pelaku memacari korban dengan mengaku sebagai orang penting, tim inti Cawali Kota Solo, Gibran, dan kenal dengan Kapolda dan petinggi di Jakarta yang tak jelas identitasnya.

Ulah pelaku yang kenal dengan pejabat penting negeri ini terungkap dari pengakuan korban yang trauma. Kala itu korban diancam pelaku agar mencabut laporan. Jika tidak pelaku akan melaporkan balik dan membalikkan keadaan dengan mudah.

Pelaku mengancam sambil menunjukkan bahwa dirinya kenal dengan tokoh penting di negeri ini, dari jajaran Polri hingga pejabat teras Jokowi.

“Dia itu ngancam saya kalau tidak cabut laporan akan dibuat tahu rasa. Saya terus diancam sampai dia ngaku kenal si peiabat inilah, itulah, buanyak Pak,” ujar korban di apartemennya, via telepon WhatsApp.

Korban sempat tidak percaya dengan penyidikan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Lakarsantri, karena pelaku masih belum ditangani.

“Barulah Kamis malam ditangkap. Itupun saya tidak diberitahu oleh pihak Polisi. Kenapa sih Pak kok tidak dikabari,” ujar korban.

BACA JUGA: Akhirnya, Penganiaya Cewek Apartemen Surabaya Ngaku TS Gibran Dibekuk

Penangkapan pelaku diketahui korban dari rekannya yang membaca berita. Jumat (23/10/2020) pelaku dialihkan penyidikannya ke Polrestabes Surabaya untuk proses lebih lanjut.

Gelar ungkap di Mapolrestabes Surabaya, bertempat di ruangan depan museum aktif itu dipimpin Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, SIK. Kata Wakapolres AKBP Hartoyo, kasus ini sempat menarik perhatian publik mengingat disebut-sebut pelakunya sebagai anggota Tim Ses Paslon di Pilkada Solo.

“Jadi kita ingin luruskan. Bahwa si pelaku hanya mengaku-ngaku saja. Kita gelar di sini untuk mengungkap bahwa tidak ada kaitannya dengan Tim Sukses salah satu Paslon di Pilkada Solo,” tegas Wakapolres.

Hartoyo menyilakan wartawan memperdalam sendiri kenapa seperti itu, sehingga Polisi ingin menegaskan bahwa pelaku berinisial RZ, ini tidak ada kaitan dengan TS Paslon di Pilkada Solo.

BACA JUGA: Fix, Penganiaya Cewek di Apartemen Surabaya Bukan Tim Sukses Gibran, Ini Statement Ketua Tim Gibran

“Silakan perdalam sendiri kenapa bisa begitu, maka kita hadirkan pelaku dan korban untuk itu,” beber Hartoyo.

Sementara itu, pelaku Rahardian Zulfikri alias ZR, menolak disebut sebagai warga asal Bangil, Pasuruan. Dia membenarkan sudah beristri dan memiliki dua anak.

Dia juga tidak mengakui sebagai Tim Sukses Gibran, di Solo. Perihal beredarnya foto dirinya bersama TS Gibran, RZ mengaku hanya ikut teman.

Dia juga menolak bahwa dia temannya Kapolda, dan teman dari anggota Paspampres. Bahkan dia juga tidak mengakui pernah mengatakan bahwa dirinya sebagai Direktur Utama BUMD di Jawa Timur.

Di tempat yang sama, Anggriani Chintami Ayu Lestari, dengan pakaian putih, celana slim hitam, bertopi dan bermasker mengatakan bahwa korban sering mendengar pelaku mengatakan bahwa dia orangnya paspampres, Kapolda, dan Tim Inti Gibran, Paslon Pilkada Solo.

“Sehingga ketika dia marah dan saya laporkan dia menyebut itu dan menakut nakuti saya. Saya takut Pak,” ujar Anggriani.

Korban Anggriani sempat disekap di kamar selama 15 menit. Dirinya bisa keluar setelah memecahkan jendela kaca apartemen dan berteriak ke jalan raya hingga didengar Sekuriti.

“Saya usai dipukuli langsung dikunci dari luar. Kunci dibuang. Maka saya memecah kaca jendela setelah beberapa menit,” ujarnya.

AKBP Hartoyo menegaskan di akhir sesi bahwa dari kasus ini dijeratkan pasal 333 dan 351 KUHP untuk ancamannya 8 tahun penjara.

“Proses penyidikannya berlangsung, dan tersangka ditahan,” ujarnya.(ima/lna)

Post Terkait

banner 468x60