Parade Pesawat Terbang Ringan di Bandara Notohadinegoro: Antara Harapan Besar dan Sekadar Hiburan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Dampak pandemi COVID-19 membuat babak belur hampir semua sektor ekonomi, termasuk usaha dirgantara di Bandara Notohadinegoro milik Pemerintah Kabupaten Jember.

Bandara yang terletak di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung itu dalam kondisi sekarat seiring merebaknya wabah corona. Berangsur-angsur perusahaan maskapai penerbangan komersial telah angkat kaki dari sana lantaran okupansi penumpang menurun drastis.

Baca Juga

BACA JUGA: Mengurai Nasib Bandara Notohadinegoro Jember yang Nyaris Mati

Tercatat, Garuda Indonesia dan Citilink yang terlebih dahulu berhenti total mengoperasikan pesawat terbangnya. Kini hanya tersisa Wings Air yang mengudara sekali dalam sepekan, bahkan kerap tidak ada penerbangan sama sekali.

Bupati Jember, Hendy Siswanto tampaknya ingin menyelamatkan situasi kritis tersebut. Namun, cara yang ia tempuh dengan membuat parade pesawat terbang agar tetap ada aktivitas di Bandara Notohadinegoro.

Minggu, 30 Mei 2021 sebanyak 20 pesawat ringan, paramotor, dan paragliding berbagai jenis melakukan konvoi udara di langit Jember. Pesawat-pesawat tersebut didatangkan dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

“Tentunya pertumbuhan ekonomi Jember akan segera bangkit. Harapan untuk bandara kami harus menghidupkan kembali karena kemarin cukup lumayan istirahat, tapi bandara ini tetap beroperasi untuk melayani pesawat pribadi,” ujar Hendy.

Menurutnya, sementara ini setiap bulan ada pesawat pribadi yang mampir ke Jember. Rencananya, penerbangan komersial angkutan massal akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Hendy ingin proyeksi tahun 2022 untuk penambahan rute, tidak hanya Jember – Surabaya.

“Pemkab akan mensupport agar okupansi bisa naik bertahap, sehingga maskapai tertarik singgah di Jember ini. Kedepan tahun 2022 akan perpanjangan runway agar pesawat bisa dari Jember – Jakarta dan Jember – Denpasar,” harapnya.

Ribuan warga menyaksikan parade pesawat dari berbagai titik lokasi. Mereka menonton atraksi pesawat dari ruas-ruas jalan sekitar Desa Wirowongso. Pasalnya, area bandara memang dilokalisir dengan penjagaan ketat oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri.

Diantara warga memiliki pendapat berbeda, Menurut mereka parade pesawat kali ini hanya sebatas tontonan yang menghibur di akhir pekan.

“Sudah lama tidak ada pesawat terbang disini. Jadi, asyik saja lihatnya. Belum tentu besok-besok masih ada pesawat lagi yang terbang,” seloroh Mursidi yang membawa serta istri berikut tiga anak-anaknya menonton parade dari pinggir persawahan.

Ungkapan serupa juga dilontarkan Fera Ningsih. “Ini sekeluarga ikut-ikut nonton bareng. Sama itu tetangga juga. Tapi, saya enggak tahu apakah bandara bisa ramai lagi seperti dulu?,” kata perempuan yang tiap hari bekerja di salah satu gudang tembakau itu.

BACA JUGA: Danlanud Abdul Rachman Saleh Berkunjung ke Jember Bahas Pengamanan Bandara Notohadinegoro

Disamping parade, didalam bandara juga digelar aksi bakti sosial. Bupati Hendy bersama dengan Kepala Pusat Potensi Kedirgantaraan TNI AU, Marsma Fadjar Adriyanto menyerahkan bantuan paket sembako kepada 20 warga.

Para penerima bantuan merupakan diantara warga kurang mampu yang bertempat tinggal tidak jauh dari bandara. Yakni, sebagian dari warga Desa/ Kecamatan Jenggawah yang berada di batas sebelah selatan bandara, dan lainnya warga Desa Wirowongso.

Berdasarkan pantuan, bantuan diberikan sebelum Bupati Hendy dan sejumlah pejabat penting menaiki pesawat sekitar jam 8.37 WIB. Kendati para warga tersebut telah datang sejak jam 6.32 WIB.

“Ya, sudah dari tadi datang. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang tua sepertinya capek enggak kuat disuruh baris, jadi duduk dibawah. Kemudian sama petugas yang tahu kalau kami capek nyuruh pindah duduk di kursi sampai diberi sembako,” ungkap Siti, warga dari Desa Jenggawah. (sut/lna)