Khofifah Bakal Lantik Kepala Daerah Terpilih Pilkada 2020 Secara Hybrid

  • Whatsapp
gubernur khofifah
Gladi bersih pelantikan Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah di Grahadi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri, melalui Dirjen Otonomi Daerah (Otda), menginstruksikan format baku pelantikan Kepala Daerah melalui hybird.

Artinya yang mengikuti pelantikan secara langsung adalah hanya Kepala dan Wakil Kepala Daerah Terpilih beserta pasangan. Tamu undangan mengikuti secara virtual.

Baca Juga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akan melantik Kepala dan Wakil Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada 2020 pada Jumat, 26 Februari 2021 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

BACA JUGA: Khofifah Minta Pejabat Tinggi Pratama Kerja Cepat, Detail dan Presisi Tinggi

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pelantikan ini sesuai dengan SE Kemendagri dan dipastikan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Kami akan pastikanpelantikan Kepala dan Wakil Kepala Daerah akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan sangat ketat,” tegasnya, di Grahadi, Surabaya, Rabu (24/2).

Katanya semua lokasi di Grahadi akan dikondisikan steril, mulai dari pintu gerbang, dengan menyiapkan tim kesehatan dari RS Menur, RSUD dr Soetomo dan RS Paru, untuk pemeriksaan sebelum masuk area pelantikan.

“Jika membawa Surat Keterangan Kesehatan sendiri, maka minimal harus H-1 hasil PCR yang ditunjukkan. Jika melebihi, kami juga telah menyiapkan rapid antigen saat hari H pelantikan,” tegas Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan akomodasi berupa Bus bagi Kepala Daerah yang akan dilantik  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Akomodasi ini nantinya untuk mengantar mulai dari hotel menginap hingga ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, saat pelantikan.

Dilarang Bawa Massa

Untuk memastikan tertibnya protokol kesehatan, pihaknya juga melarang masing-masing Kepala dan Wakil Kepala Daerah membawa massa.

Dalam pelantikan mendatang, hanya akan dihadiri oleh  Kepala dan Wakil Kepala Daerah terpilih, pendamping dan 1 orang keluarga.

Untuk di luar Gedung Negara Grahadi hanya dizinkan 1 orang ajudan kepala daerah dan 1 ajudan wakil kepala daerah.

“Ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan. Terlebih, pelantikan dilaksanakan hybrid, tiap daerah mengikuti live streaming, termasuk pihak aparatur menyaksikan melalui virtual,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Kepala Daerah Jatim 2021, Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan gladi bersih yang dilaksanakan dipantau dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah melaksanakan rapat virtual bersama dengan Kemendagri RI, serta dengan seluruh daerah yang melaksanakan pelantikan Kepala Daerah.

Gladi Bersih pelantikan ada tiga tahap. Pertama, pukul 13.00 WIB, kedua pukul 16.00 WIB, dan ketiga pukul 19.00 WIB.

Di situ terungkap selain pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Daerah, juga dilanjutkan dengan gladi bersih pelantikan Tim Penggerak PKK. Tiap sesi pelantikan dibutuhkan waktu 1,5 hingga 2 jam.

Aries menyampaikan, diharapkan para Kepala Daerah yang akan dilantik agar menetap di Kota Surabaya hingga kegiatan pelantikan selesai dilakukan.

BACA JUGA: Khofifah Lepas Pemberangkatan 914.200 Dosis Vaksin Covid-19 Tahap II

“Hal ini kami lakukan agar kontrol saat pelantikan sesuai tahapan yang disiapkan. Diharapkan seluruh Bupati/Walikota yang Gladi Bersih sudah berada di Surabaya 1 hari sebelumnya. Karena mereka juga menunggu hasil Swab PCR yang keluar,” kata Aries.

Nantinya, jika hasil swab mengatakan negatif, maka secara keseluruhan pelantikan akan dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah terpilih secara langsung.

Namun pihak Pemprov Jatim juga mengantisipasi, jika ada hasil Swab PCR  yang positif, maka bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tersebut akan dilantik di tempat yang sudah disiapkan dengan protokol kesehatan ketat melalui aplikasi zoom.(ima/lna)