BNPB Bakal Beri Bantuan Dana Rp 1 Miliar untuk Daerah Terdampak Becana

  • Whatsapp
gempa malang
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo ketika berkunjung ke lokasi terdampak gempa bumi, Minggu (Minggu, 11/4/2021).(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mendatangi lokasi terdampak gempa Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Doni memberikan bantuan dan juga motivasi terhadap warga terdampak agar tak panik.

“Pertama, kami berikan apresiasi kepada Pemprov Jatim, yang didukung TNI/Polri dan Sar yang telah sigap memberikan bantuan pasokan makanan terhadap warga terdampak,” terang dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Pemkab Malang Siapkan Rp 6,5 Miliar Untuk Dana Tanggap Bencana

Sebagai bentuk penanggulangan bencana, sejumlah relawan dan berbagai pihak akan bergabung untuk memberikan bantuan terhadap warga

“BNBP harus segera memberikan bantuan kepada Pemda (pemerintah daerah). Pertama, dana siap pakai untuk bantu dapur lapangan sebesar Rp 1 miliar,” jelas dia.

Nantinya, dana tersebut bakal disalurkan melalui Pemprov. Kemudian, terkait rumah warga yang mengalami kerusakan sedang dan ringan bisa dibangun secara swakelola.

“Syaratnya, pemerintah daerah mengajukan ke pusat (BNPB) dengan menyetorkan nama, alamat dan KTP,” papar dia.

Serta, pihaknya juga meminta daerah untuk menyiapkan staf pengamanan di balai desa atau kelurahan.

“Sehingga, warga bisa tahu, mana bangunan yang mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat,” papar dia.

Doni menjelaskan, seluruh rumah warga yang mengalami kerusakan akan mendapatkan bantuan dari Kementrian PUPR, yang dibantu dengan TNI/Polri.

“Sehingga, penanganannya lebih cepat. Apalagi, sebentar lagi memasuki bulan puasa. Sehingga, tidak terlalu lama di pengungsian,” papar dia.

Minta Warga Tak Panik

Pada kesempatan tersebut, Doni meminta warga di wilayah pantai selatan pulau Jawa untuk tetap waspada. Sebab, wilayah tersebut temasuk salah satu kawasan yang memiliki risiko tinggi gempa bumi.

“Warga tidak boleh panik dan tetap tenang. Program pelatihan, sebagai bentuk edukasi, yang telah dilakukan oleh pemerintah, TNI/Polri, relawan dan lainnya harus lebih sering dilakukan agar tidak buat warga panik untuk kesiapsiagaan,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga menginbau masyarakat untuk menyiapkan sejumlah alat tradisional sebagai bentuk kesiapsiagaan.

“Warga di pinggir pantai yang memiliki risiko tinggi, siapkan kaleng bekas di dekat tempat tidur. Ketika ada goyangan, kaleng tersebut akan jatuh. Tanpa harus meninggu imbauan RT/RW, warga sudah bisa waspada. Sehingga, diharapkan bisa menyelamatkan banyak jiwa,” imbuh dia.

BACA JUGA: 1.070 Rumah dan 70 Fasum di Kabupaten Malang Terdampak Gempa

Doni menambahkan, pihaknya juga mengimbau seluruh warga Indonesia untuk selalu waspada terhadap adanya potensi kegempaan. Sebab, letak wilayah Indonesia yang berada di kawasan patahan, yang menyebabkan banyak kemungkinan terjadinya gempa.

“Kami berharap, koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus dilakukan. Sehingga, penanggulangan bencana bisa berjalan optimal,” tandas dia.(nda/lna)