Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaJatimPupuk Urea Langka, Bupati Ajak Petani Situbondo Gunakan Pupuk Secara Berimbang

Pupuk Urea Langka, Bupati Ajak Petani Situbondo Gunakan Pupuk Secara Berimbang

NUSADAILY.COM – SITUBONDOBupati Situbondo, Karna Suswandi mengajak para petani di Kota Santri Pancasila untuk menggunakan pupuk secara berimbang. Tujuannya untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk urea subsidi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal tersebut disampaikan oleh pria 54 tahun ini saat membagikan pupuk urea gratis kepada para petani lima desa di Kecamatan Sumbermalang, Sabtu, 4 Desember 2021. Yakni Alas Tengah, Taman, Baderan, Tlogosari dan Plalangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Haryadi Tejho Laksono, Kabid Tanaman Pangan, Basmalah, Camat Sumbermalang dan Kades beserta perangkatnya.

Bapak dua anak ini mengungkapkan, penggunaan pupuk secara berimbang sangat baik untuk kesuburan tanah dan tanaman pertanian menjadi bagus. “Kalau terus-menerus bapak-ibu menggunakan pupuk urea, maka kesuburan tanah akan berkurang. Karena ketergantungan pada satu jenis pupuk,” ucapnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bung Karna ini mengatakan, fungsi pupuk urea sebetulnya hanya menghijaukan daun tanaman pertanian saja. “Jadi harus memakai pupuk NPK agar akar tanaman menjadi kuat. Pupuk ZA agar tahan terhadap hama dan penyakit, TSP supaya bulir padi atau butiran jagung menjadi banyak. Kemudian Petroganik untuk memperbaiki unsur hara tanah,” ujarnya.

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menyampaikan, stok pupuk bersubsidi jenis ZA, SP 36, Phonska dan Petroganik masih aman. “Hingga tanggal 19 Nopember 2021, pupuk ZA tersisa sekitar 2366 Ton, SP 36 tersisa sekitar 746 Ton, Phonska ada sekitar 2526 Ton dan Petroganik tersedia sekitar 333 Ton. Semua ada di Gudang Penyangga Pupuk (GPP) Kalibagor dan Arjasa,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, Basmalah menjelaskan, stok pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Situbondo untuk masa taman pertama masih tersisa sekitar 2000 Ton. “1751 Ton ada di Gudang Penyangga Pupuk (GPP) Kalibagor,” tukasnya.

Basmalah menyampaikan, untuk menambah stok pupuk urea bersubsidi dari pemerintah pusat, pihaknya sudah mendaftarkan 36.000 Hektar lahan pertanian ke e-RDKK.

“Kemarin masih di angka 10.000 Hektar yang terdaftar. Berkat kerja keras PPL bisa sampai 36.000 Hektar. Sehingga tahun depan kita harapkan tidak ada lagi kelangkaan pupuk,” pungkasnya. (fat/aka).

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed