Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaJatimGubernur Khofifah Targetkan Sertifikasi 2.425 Aset Tanah Kelar 2023

Gubernur Khofifah Targetkan Sertifikasi 2.425 Aset Tanah Kelar 2023

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Di masa pandemi Covid-19, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan sertifikasi yang ditarget 2.425 aset tanah kelar pada 2023 guna mencegah korupsi penyalahgunaan aset.

Untuk itu, Pemprov Jatim terus berkoordinasi aktif dengan berbagai pihak terkait termasuk KPK RI, Bupati/Wali Kota se Jatim, BPN Provinsi, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) provinsi dan di tiap kabupaten/kota.

Proses sertifikasi aset daerah masih menjadi PR bersama, baik di pemprov maupun di tingkat pemkab/pemkot.

“Jadi saya rasa semangat untuk saling menguatkan, mengingatkan, monitoring dalam rangka mengawal proses percepatan sertifikasi dan pengamanan aset daerah di seluruh Jatim harus terus kita lakukan. Mudah-mudahan ini¬† jadi bagian dari penguatan bersama saat pandemi Covid-19,” urai Gubernur Khofifah saat mengikuti Rakor Progress Percepatan Seritifikasi dan Pengamanan Aset Daerah secara virtual bersama KPK dan Kabupaten/ kota serta Kanwil BPN dan kepala kantor pertanahan se- Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (5/8).

Terkait aset tanah milik Pemprov Jatim, Khofifah mengungkapkan saat ini terdapat 4.437 bidang tanah terdiri dari 3.257 atau setara 73,40% bidang berupa tanah matang, 627 atau 14,13% bidang berupa tanah irigasi, dan 553 atau sekitar 12,47% bidang berupa tanah jalan.

Kata Khofifah, data bidang itu dapat berubah berdasarkan hasil validasi antara BPKAD dengan perangkat daerah.

RS Tipe A Akan Dibangun Kemenkes

Dicontohkan, terkait kebutuhan RS Tipe A yang akan dibangun Kemenkes, Pemprov Jatim diminta menyiapkan lahan dan saat ini sedang dikaji serta di- excercise lahan mana yang bisa digunakan.

“Dari keseluruhan data tersebut, sebanyak 1.906 bidang tanah telah tersertifikat. Sedangkan program tahun 2021 saat ini sebanyak 749 bidang sedang dalam proses di BPN. Dan 32 bidang telah terbit sertifikatnya. Diharapkan seluruh bidang tanah tuntas tersertifikasi tahun 2023,” terangnya.

Target jumlah 2.425 aset tanah Pemprov itu dikunci dari Korsupgah KPK RI.

Pada 2021 Pemprov Jatim menargetkan 1.039 bidang tanah rampung tersertifikat, lalu 2022 ada 900 bidang tanah tersertifikasi dan pada 2023 sejumlah 435 bidang tanah.

“Jadi terkait proses percepatan sertifikasi aset tanah ini, saya rasa para Bupati / Wali Kota pasti sudah mengikhtiarkan dan membutuhkan support anggaran untuk bisa melakukan proses pengukuran, proses pemeriksaan lahan kemudian sertifikasi dan seterusnya,” terangnya.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada tim koordinator supervisi pencegahan korupsi KPK RI di wilayah 3 yang telah melakukan supervisi monitoring dan evaluasi secara intensif baik langsung maupun tidak langsung dengan Pemprov Jatim, BPN serta berbagai pihak terkait khususnya bupati – walikota.

Proses yang Dilakukan Terminitor

“Tentu kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada tim koordinator supervisi pencegahan korupsi KPK RI di wilayah 3. Karena kami merasa proses yang kami lakukan terbimbing dan termonitor,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Koordinasi Supervisi Wilayah III KPK RI Brigjen Pol Bahtiar Ujung Purnama meminta agar para kepala daerah, bersama BPKAD melakukan identifikasi ulang terkait aset-aset daerah yang dimiliki untuk dapat mencapai kesepakatan bersama terkait sertifikasi aset daerah yang clear and clean.

Menurutnya, hal ini penting karena selama ini sudah berganti-ganti kepala daerah dan berganti pejabat yang diberi tanggungjawab menyelesaikan sertifikasi aset daerah namun permasalahan tak kunjung usai.

“Coba diidentifikasi ulang dengan jumlah yang ada. Semoga dengan ini bisa memastikan kembali jumlah dari aset-aset yang dimiliki sehingga di tahun 2023 nanti sesuai kesepakatan kita bersama semuanya clear. Dan sudah tidak ada lagi aset-aset lama yang belum tersertifikatkan kecuali aset penambahan penambahan baru,” ungkapnya.

Turut mendampingi Gubernur Khofifah, diantaranya plh. Sekdaprov Jatim Ir. Heru Tjahjono, Kepala BPKAD Prov Jatim Boby Soemiarsono, dan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Jempin Marbun.

Yang hadir virtual antara lain Direktur Koordinasi Supervisi Wilayah III KPK RI Brigjen Pol Bahtiar Ujung Purnama, Kepala Kantor BPN Jatim Jonahar, Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK RI Edy Suryanto dan seluruh Bupati / Wali Kota se Jatim.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yukūüć¶ūüć¶ ##tiktoktaiment

‚ô¨ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa¬†‚Äčselebgram Rachel Vennya¬†terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...