Jumat, Mei 27, 2022
BerandaInternationalUni Eropa Beri Dukungan Obat COVID-19 Regeneron-Roche, Celltrion

Uni Eropa Beri Dukungan Obat COVID-19 Regeneron-Roche, Celltrion

NUSADAILY.COM – AMSTERDAM – Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) merekomendasikan dua obat antibodi COVID-19 buatan Regeneron-Roche asal Amerika-Swiss dan Celltrion asal Korea Selatan, saat kawasan itu membangun pertahanannya terhadap lonjakan kasus.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Restu Komisi Eropa itu menjadi yang pertama untuk pengobatan COVID-19 di benua tersebut setelah remdesivir produksi Gilead disetujui tahun lalu.

Baca Juga: Uni Eropa Kirim Obat dan Alat Kesehatan COVID-19 ke Romania

Reuters awal pekan ini melaporkan bahwa EMA akan segera mengesahkan kedua obat tersebut.

Ronapreve, koktail atau campuran obat antibodi buatan Regeneron-Roche, mendapat dukungan dari komisi obat-obatan manusia EMA. Karena obat ini untuk mengobati pasien COVID-19 orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun. Terutama yang tidak membutuhkan bantuan oksigen dan berisiko tinggi terkena penyakit parah.

Sedangkan Regkirona produksi Celltrion hanya direkomendasikan untuk orang dewasa dengan kondisi serupa.

Ronapreve juga dapat digunakan untuk mencegah COVID-19 pada orang di atas 12 tahun dengan bobot minimal 40 kg, kata EMA.

Kedua obat tersebut masuk ke dalam kategori kelas obat yang disebut antibodi monoklonal. Obat ini menyerupai antibodi alami yang dihasilkan oleh tubuh manusia untuk melawan infeksi.

Selagi proses persetujuan berlangsung, kedua obat tersebut sudah tersedia untuk sejumlah pasien di Uni Eropa saat EMA membantu negara-negara anggota dalam penggunaan awal di beberapa kasus.

Koktail antibodi Regeneron mengantongi izin darurat di Amerika Serikat tahun lalu dan pada Agustus mendapatkan izin edar bersyarat di Inggris.

Baca Juga: Uni Eropa Tak Putuskan Rekomendasi Pencampuran Vaksin COVID

Uni Eropa tidak memiliki kontrak pasokan dengan Celltrion, yang obat antibodinya sejauh ini hanya disetujui di Korea Selatan.

Rekomendasi pada Kamis muncul setelah Eli Lilly pekan lalu mencabut permohonan izin atas obat antibodinya di Uni Eropa, lantaran rendahnya permintaan dari negara-negara anggota EU saat blok tersebut berfokus pada pemasok lain.(nd3)

Sumber: Reuters

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

PHK Besar-besaran Guncang Startup, Ini Penyebabnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua perusahaan rintisan atau startup tanah air, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education belum lama ini...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily