Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaInternationalDmitriy Kolker, Ilmuwan Top Rusia Meninggal Usai Ditahan-Dituduh Jadi Mata-mata China

Dmitriy Kolker, Ilmuwan Top Rusia Meninggal Usai Ditahan-Dituduh Jadi Mata-mata China

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Seorang ilmuwan top Rusia, Dmitriy Kolker, meninggal dua hari setelah ditangkap atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Spesialis kuantum dan laser ini dicurigai menjadi mata-mata untuk China.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Luar Angkasa Tidak Terbatas, Kok Bisa? Ini Jawaban Para Ilmuwan

Dilansir dari detik.com, sebelum dibawa ke penjara, Kolker menjalani perawatan untuk kanker pankreas di rumah sakit. Belum selesai menjalani pengobatan, Petugas Layanan Keamanan Federal (FSB) membawa pria berusia 54 tahun itu dari ranjang rumah sakitnya di Novosibirsk ke penjara pada 30 Juni.

BACA JUGA : Thomas Tuchel Diberi Modal Rp 3,6 Triliun Buat Belanja Pemain Baru, Mau Beli Siapa?

Dilaporkan BBC, pada tanggal 30 Juni, pengadilan Novosibirsk memerintahkan agar dia ditahan selama dua bulan. Dia dibawa ke penjara Lefortovo Moskow dan meninggal kemudian di rumah sakit terdekat dua hari setelahnya.

BACA JUGA : Wow! Ilmuwan Akan Buka Lahan Perkebunan di Bulan, Bisa?

Kolker ditemani oleh agen FSB dalam semua perjalanannya ke China, kata putranya. Para petugas memastikan bahwa Kolker hanya berbicara kepada mahasiswa China dalam bahasa Rusia melalui seorang penerjemah.

Putri Kolker, Alina Mironova, telah mengecam penangkapannya dalam sebuah posting di halaman VKontakte-nya.

BACA JUGA : Sembuh dari Kanker Payudara, Marshanda: Karena Ridho Nyokap

“Kanker pankreas stadium empat adalah vonis,” tulisnya.

“Tetapi menghadapi vonis seperti itu tidak di rumah, tetapi di dalam tembok pusat penahanan tanpa perawatan medis yang layak adalah hal terburuk yang dapat terjadi pada seseorang,” lanjutnya. (ros)

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Pelanggan Ini Kesal Gegara Kena Getok Harga, Pesan 4 Minuman Seharga Rp 5,4 Juta

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pergi liburan ke Yunani, seorang turis mengalami kejadian getok harga. Dirinya dipaksa membayar Rp 5,4 juta untuk menu minuman saja. Pergi...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Seorang ilmuwan top Rusia, Dmitriy Kolker, meninggal dua hari setelah ditangkap atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Spesialis kuantum dan laser ini dicurigai menjadi mata-mata untuk China.

BACA JUGA : Luar Angkasa Tidak Terbatas, Kok Bisa? Ini Jawaban Para Ilmuwan

Dilansir dari detik.com, sebelum dibawa ke penjara, Kolker menjalani perawatan untuk kanker pankreas di rumah sakit. Belum selesai menjalani pengobatan, Petugas Layanan Keamanan Federal (FSB) membawa pria berusia 54 tahun itu dari ranjang rumah sakitnya di Novosibirsk ke penjara pada 30 Juni.

BACA JUGA : Thomas Tuchel Diberi Modal Rp 3,6 Triliun Buat Belanja Pemain Baru, Mau Beli Siapa?

Dilaporkan BBC, pada tanggal 30 Juni, pengadilan Novosibirsk memerintahkan agar dia ditahan selama dua bulan. Dia dibawa ke penjara Lefortovo Moskow dan meninggal kemudian di rumah sakit terdekat dua hari setelahnya.

BACA JUGA : Wow! Ilmuwan Akan Buka Lahan Perkebunan di Bulan, Bisa?

Kolker ditemani oleh agen FSB dalam semua perjalanannya ke China, kata putranya. Para petugas memastikan bahwa Kolker hanya berbicara kepada mahasiswa China dalam bahasa Rusia melalui seorang penerjemah.

Putri Kolker, Alina Mironova, telah mengecam penangkapannya dalam sebuah posting di halaman VKontakte-nya.

BACA JUGA : Sembuh dari Kanker Payudara, Marshanda: Karena Ridho Nyokap

"Kanker pankreas stadium empat adalah vonis," tulisnya.

"Tetapi menghadapi vonis seperti itu tidak di rumah, tetapi di dalam tembok pusat penahanan tanpa perawatan medis yang layak adalah hal terburuk yang dapat terjadi pada seseorang," lanjutnya. (ros)