Sumber Air Jolotundo, Dipercaya Bikin Awet Muda (1)

  • Whatsapp
banner 468x60

Umat Hindu Bali Seperti Wajib Datang ke Jolotundo

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Wisata situs budaya sumber mata air Jolotundo, di Seloliman, Trawas, Mojokerto, benar – benar magnet bagi masyarakat Jawa dan Bali.

"
"

Baca Juga

"
"

Terbukti, Sabtu (29/8/2020) pukul 22.00 WIB masyarakat dari berbagai kota di Jawa dan Bali menyemut di wisata yang dikenal dengan air “zam zam” nya Jatim ini.

Protokol kesehatan terlihat diterapkan ketat di sini. Ada bilik sterilisasi, thermogun, dan beberapa titik cuci tangan. Petugas pun sibuk mengukur suhu. Tak lama berselang ada petugas patroli Polsek datang memantau.

Semakin menuju dinihari udara semakin menusuk tulang. Di beberapa sudut para penjual jagung bakar sibuk melayani pembeli. Pun juga penjaja aksesoris.

Blangkon, kethu, dan udeng bali jadi serbuan wisatawan. Kaos khas Jolotundo pun tak kalah diserbu.

Daya pikat Jolotundo tak terlepas dari sumber mata air yang begitu bening. Ada tujuh pancuran di sisi kiri dan kanan. Lokasi ini untuk mandi wisatawan. Dibagi untuk laki laki dan perempuan.

Tak sedikit yang membawa jeriken, galon air mineral. Diisi air Jolotundo sepuasnya. Tak dibatasi jumlahnya.

Air yang disebut – sebut tempat mandi “nglerem” Airlangga, raja Kahuripan 1009 Masehi ini dipercaya bisa membuat awet muda yang memakainya.

Para pelaku ritual di seantero Jawa sering mendatangi tempat ini. Umat Hindu Bali, jika tak ke Jolotundo tak afdhol, karena di Jolotundo adalah peninggalan Raja Udayana.

Umat Hindu Bali seperti wajib datang ke sini

“Umat Hindu Bali, seperti wajib datang ke sini. Mereka tiap minggu datang terus menerus tak pernah absen,” ujar Pak Yuli, pedagang aksesoris.

Di sekitar area Jolotundo ada sekian titik bekas tempat pertapaan. Tempat pertapaan Airlangga pun terlihat terawat baik, lokasinya tepat berada di atas pemandian. Di sela hutan cemara dan pohon besar.

Salah satu pengunjung Marsel, dari Surabaya mengaku senang. Dia datang ke Jolotundo sebagai pengalaman paling membahagiakan.

“Saya senang di sini kak. Ini pengalaman pertama. Suasananya enak, dingin, dan banyak sejarahnya,” ujar perempuan asal Lampung ini.

Salah satu tokoh setempat Agus, pernah mengatakan ke depan akan digelar festival budaya.

Di situs yang dikelola KPH Perhutani, Pemkab Mojokerto, Pemprov dan Cagar Budaya ini akan diproyeksikan menjadi tempat wisata yang akan menjadi andalan Jatim menyedot wisatawan asing.

“Rencananya akan ada 5.000 seniman, penari, serta duta wisata negara tetangga akan dihadirkan di sini, November 2020, jika pandemik sudah berakhir,” ujarnya.

Festival Pawitra Mahameru akan digelar. Negara tetangga akan hadir antara lain, Malaysia, Thailand, Vietnam, China, Filiphina, Brunei dan Singapura.

Acara itu akan dikemas jelajah sejarah, drama kolosal, tarian wayang beber, taboh lesung, sendratari, permainan anak adat Jawa zaman .

Festival sejenis terakhir digelar 2017.
Kala itu hanya ada 1.000 orang dan duta wisata. Acara ini festival akan melibatkan budayawan seantero Jatim.(ima/aka/bersambung)

Post Terkait

banner 468x60