Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaCultureCatat! 3 Amal Jariyah Ini Pahalanya Terus Mengalir Meskipun Seseorang Sudah Meninggal...

Catat! 3 Amal Jariyah Ini Pahalanya Terus Mengalir Meskipun Seseorang Sudah Meninggal Dunia

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Banyak perbuatan baik yang bisa dilakukan sebagai bekal di akhirat. Salah satunya adalah amal jariyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir meskipun telah meninggal dunia.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pahala dari amal jariyah yang dilakukan semasa hidup tidak akan berhenti meskipun sudah meninggal dunia. Amal baik ini bisa dijadikan tabungan untuk bekal di akhirat.

Rasulullah SAW pernah menyebutkan tiga amalan yang termasuk amal jariyah yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak sholeh. Hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh yang berdoa baginya.”

BACA JUGA: Sirikit Syah, Jurnalis dan Penulis Kehidupan

Dilansir dari situs resmi Universitas Islam Indonesia (21/6) Ustadz Amir Assoronji menjelaskan amalan jariyah dengan merujuk pada Kitab Al- Yaum Al Akhir Al Qiyamah As Sugra. “Nasehat yang paling mengena adalah nasihat kematian, merenungkan kematian. Cukuplah kematian sebagai penggetar hati, penetes air mata, penghancur kelezatan, serta memutus pertemuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Ustadz Amir menyatakan agar segala urusan dunia tidak membuat seseorang lalai akan akhirat. Urusan dunia tersebut seperti bekerja, mencari nafkah, kuliah, membangun rumah, berkebun, dan sebagainya. “Wahai orang yang sibuk kerja, wahai manusia tidaklah harta yang dibawa namun hanya kain kafan yang kusut. Inilah yang diingatkan ulama,” katanya.

BERITA KHUSUS

Raih Penghargaan Program Inovasi Digital, Gus Ipul: Terus Layani Masyarakat dengan Cepat

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan meraih penghargaan kategori program Inovasi Digital pada ajang Merdeka Award 2022, Kamis (24/06). Wali Kota Pasuruan...

BERITA TERBARU

Wow! PSG Untung Rp 10,9 Triliun Berkat Lionel Messi

NUSADAILY.COM - PARIS - Lionel Messi memang gagal mempersembahkan trofi Liga Champions kepada Paris Saint-Germain. Meski begitu, PSG mendulang keuntungan yang amat besar berkat...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Banyak perbuatan baik yang bisa dilakukan sebagai bekal di akhirat. Salah satunya adalah amal jariyah, yakni amal yang pahalanya terus mengalir meskipun telah meninggal dunia.

Pahala dari amal jariyah yang dilakukan semasa hidup tidak akan berhenti meskipun sudah meninggal dunia. Amal baik ini bisa dijadikan tabungan untuk bekal di akhirat.

Rasulullah SAW pernah menyebutkan tiga amalan yang termasuk amal jariyah yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak sholeh. Hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh yang berdoa baginya."

BACA JUGA: Sirikit Syah, Jurnalis dan Penulis Kehidupan

Dilansir dari situs resmi Universitas Islam Indonesia (21/6) Ustadz Amir Assoronji menjelaskan amalan jariyah dengan merujuk pada Kitab Al- Yaum Al Akhir Al Qiyamah As Sugra. "Nasehat yang paling mengena adalah nasihat kematian, merenungkan kematian. Cukuplah kematian sebagai penggetar hati, penetes air mata, penghancur kelezatan, serta memutus pertemuan," ujarnya.

Lebih lanjut Ustadz Amir menyatakan agar segala urusan dunia tidak membuat seseorang lalai akan akhirat. Urusan dunia tersebut seperti bekerja, mencari nafkah, kuliah, membangun rumah, berkebun, dan sebagainya. "Wahai orang yang sibuk kerja, wahai manusia tidaklah harta yang dibawa namun hanya kain kafan yang kusut. Inilah yang diingatkan ulama," katanya.

Harta yang telah dikumpulkan tidak akan menyelamatkan seseorang dari siksaan-Nya, kecuali tiga amalan yang berkualitas, kekal, dan bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Amalan tersebut akan memberikan pahala baginya selama amalnya masih dimanfaatkan oleh orang lain.

"Ketika seseorang meninggal maka akan terputus amalan untuknya, kecuali amal jariyah," ujarnya.

Berikut 3 amal jariyah yang pahalanya terus mengalir:

1. Sedekah Jariyah
Ustadz Amir mencontohkan sedekah yang pahalanya terus mengalir seperti amal wakaf yakni menyedekahkan suatu benda yang bermanfaat karena Allah SWT. Benda tersebut memiliki sifat tidak habis dan tidak berkurang meski dimanfaatkan berkali-kali.

"Misalnya sedekah tanah, bangunan, karpet, bahan bangunan, dan lainnya akan tetap memberikan pahala baginya kecuali itu sudah rusak," ujarnya.

Ketika ditanya bolehkan seseorang mewakafkan hartanya dengan niat setelah orang tersebut meninggal? Ustadz Amir menjawab diperbolehkan. Namun dia menyebut alangkah baiknya niat baik dilakukan secepatnya. Jika ingin diwakafkan setelah orang tersebut meninggal, maka semasa hidupnya harus membuat perjanjian dengan sanak saudara atau orang yang bersangkutan dengan menandatangi perjanjian di atas hitam putih. "Ini agar tidak menjadikan perselisihan di kemudian hari," jelasnya.

2. Ilmu Bermanfaat
Ilmu bermanfaat maksudnya adalah ilmu yang diajarkan kepada orang lain lalu diamalkan olehnya. Jika ilmu yang telah diajarkan lalu diajarkan lagi kepada orang lain maka ia akan mendapat pahala yang berlipat-lipat meski ia telah meninggal. Ilmu bermanfaat di sini juga haruslah ilmu yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan seseorang, bahkan ilmu tersebut akan menambah ketaqwaan mereka kepada Allah SWT.

"Jika saudara-saudara di sini memiliki kemampuan menulis juga bisa menulis membuat buku lalu dicetak nantinya lebih tahan lama dan dimanfaatkan orang lain, ini sama saja ilmu jariyah," tambah Ustadz Amir.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Sampaikan Himbauan: Tolong Empatinya Jangan Bikin Foto dan Konten

3. Anak Saleh dan Salehah
Anak merupakan titipan yang paling mulia bagi sepasang suami istri. Oleh karena itu, kata Ustadz Amir alangkah baiknya orangtua mendidik anak-anaknya di jalan yang benar dan mengajarkannya tentang hukum-hukum Allah. "Banyak ya orang kaya, terkenal, terpandang, banyak hartanya tapi tidak salat, tidak mengaji, tidak datang ke majelis ilmu. Semoga Allah memberikan petunjuk," harapnya.

Jika sepasang suami istri memiliki anak yang taat kepada Allah dan selalu mendoakannya meski mereka telah meninggal, maka mereka akan mendapatkan pahala amal jariyah. Tanda anak saleh adalah ia yang selalu mendoakan orangtuanya.

Dikutip dari buku Mendidik Anak: Membaca, Menulis, dan Mencintai Al Quran karya Ahmad Syarifuddin (21/6) turut dijelaskan pahala dari amal jariyah yang terus mengalir tidak terbatas meskipun telah meninggal dunia. Dalam buku ini juga disebutkan amalan lain yang juga memiliki pahala yang terus mengalir.

Rasulullah SAW bersabda lewat sebuah hadits yang diriwayatkan HR Ibnu Majah:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

"Sesungguhnya amal dan kebajikan yang dapat menyusul orang mukmin setelah dia meninggal dunia di antaranya yaitu: ilmu yang disebarkan, anak sholeh yang dia tinggalkan, mushaf Al Quran yang dia wariskan, masjid yang dibangunnya, rumah tinggal pagi perantau yang dia bangun, sungai yang dia alirkan (irigasi), dan sedekah harta yang dikeluarkannya saat sehat dan hidup. Seluruh amal dan kebajikan ini akan menyusul orang mukmin sepeninggalannya dari dunia." (HR Ibnu Majah).

Demikian beberapa amal jariyah yang bisa dikerjakan semasa hidup untuk mendapatkan pahala meskipun telah meninggal dunia. Tentunya segala niat baik ini hanya ditujukan kepada Allah SWT dan semata-mata hanya mengharapkan ridho Allah SWT.(eky)