Alissa Wahid: Gusdurian Itu Mengambil Filosofi Sapu Lidi

  • Whatsapp
Alissa Wahid, putri Gus Dur koordinator jaringan Gusdurian.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sementara itu, Alissa Wahid yang juga menjadi pemateri dalam peringatan Haul ke-11 Gus Dur secara virtual yang diadakan oleh Gusdurian Kanjuruhan Kabupaten Malang Sabtu (9/1) memberikan alasannya mengapa sampai saat ini jaringan Gusdurian tetap berjalan secara harmonis.

Baca Juga

“Setelah Gus Dur wafat, sekitar tahun 2010 an banyak permintaan dari kalangan santri-santri Gus Dur agar perjuangan sang panutan dilanjutkan. Kemudian saya keliling dan adakan silaturahmi kepada sejumlah santri Gus Dur hingga akhirnya di tahun 2011. Semuanya yang sudah saya temui, saya undang ke Ciganjur untuk koordinasi lebih lanjut,” ungkap Alissa.

Menurut dia, Gusdurian ini bukanlah gerakan Politik tetapi hanya sekadar forum.  “Ini cuman forum ya tidak ada unsur gerakan politik. Mengapa kita menamainya ‘Gusdurian’? Karena di tahun 90 an mulai berhimpun aktivis-aktivis muda.

Nah gerakan orde baru juga ada saat itu sangat kuat, sehingga pemuda pemudi pengikut Gus Dur menyebut dirinya sebagai Gusdurian,” sambungnya.

Disebutkannya pula, terkait peluncuran Gusdurian juga tidak dipersiapkan secara khusus. Sebab ini sifatnya gerakan dan tidak ada formalisasi seperti itu. “Kami inginnya ini organic. Sehingga apabila ada orang yang ingin bergabung ya sudah langsung gabung saja tidak ada keharusan mendaftar,” tandasnya.

Ini gerakan non politik praktis dan dengan kesadaran penuh kebangsaan. Bukan untuk memuji Gus Dur, tapi ini panggilan untuk merawat bangsa dengan tidak berpolitik praktis. Sebab untuk berpolitik praktis ada ruangannya tersendiri, namun pergerakan ini berjalan dengan dinamis.

“Gerakan Gusdurian mengambil filosofi sapu lidi. Karena untuk menjadi Gusdurian tidak harus seperti Gus Dur. Ambil pemikiran uniknya dan terapkan dalam kehidupan sehari hari. Seperti sapu lidi yang memiliki banyak lidi di satu kesatuannya. Begitu pula para anggota gerakan Gusdurian, kalau sendirian akan patah namun jika bersatu akan kuat,” tutup Alissa. (aje/aka)

Post Terkait

banner 468x60