Harga Minyak Sedikit Lebih Rendah Saat Peningkatan Produksi

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA  – Harga minyak mentah sedikit lebih rendah pada perdagangan selasa, menyerahkan beberapa keuntungan yang dicetak di sesi sebelumnya. Brent sempat naik di atas 75 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dari dua tahun, karena OPEC+peningkatan produksi minyak.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan  Agustus, turun 9 sen menjadi ditutup pada 74,81 dolar AS per barel. Setelah mencapai tertinggi sesi 75,30 dolar AS per barel, terkuat sejak 25 April 2019. Minyak mentah berjangka West Texas, Intermediate (WTI) AS, meresot  60 sen atau 0,8 persen , menjadi menetap pada 73,06 AS barel.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Lima Pekerja Migran Asal Banyuwangi Terkonfirmasi Positif COVID-19 – JAYASATU.COM

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, telah mengembalikan 2,1 juta barel per hari ke pasar, mulai Mei hingga Juli.

Bagian dari rencana untuk mengurangi rekor pembatasan produksi tahun lalu, secara bertahap. Seiring pulihnya permintaan yang terpukul pandemi, kelompok ini bertemu pada 1 Juli. Kedua harga acuan minyak, meningkat selama empat minggu terakhir. Sebagai tanggapan terhadap peluncuran global, vaksinasi COVID-19 dan peningkatan yang diharapkan, dalam perjalanan musim panas. “(Karena) pasar fisik yang ketat dan persepsi permintaan yang sehat, risiko tetap cenderung positif,” kata pialang minyak PVM.

Minyak naik

BofA Global Research, menaikkan harga minyak mentah Brent, untuk tahun ini dan tahun depan. Dengan indikator pasokan minyak yang lebih berat. dan pemulihan permintaan dapat mendorong minyak ke 100 AS per barel pada 2022.

BACA JUGA: Pemkot Mojokerto Gandeng Baznas Wujudkan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana – NUSADAILY.COM

Kepala perusahan energi terkemuka mengatakan, Forum Ekonomi Qatar dengan harga acuan minyak bisa mencapai 100 dolar AS, per barel dan volatilitas. Harga juga bisa meningkat, karena investasi yang lebih  rendah  dan transisi energi.

“Ada banyak orang berbicara tentang minyak mentah 100 dolar AS dan itu mendorong pasar,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

Kepala Eksekutif BP Bernard Looney, pada Selasa (22/6/2021) mengatakan,  kepada Reuters ada” kemungkinan yang sangat kuat ” tingkat harga tinggi akan dipertahankan selama tahun-tahun mendatang, “dan jika mereka melakukannya, itu sangat baik untuk strategi kami.”

BACA JUGA: Komitmen Perjuangkan Lingkungan, DPRD Ponorogo Dapat Peringkat 3 Green Leadership Narwasinta Tantra 2020

Negosiasi untuk menghidupkan kembali, kesepakatan nuklir Iran terhenti pada Minggu (20/6/2021). Setelah hakim garis keras Ebrahim Raisi, memenangkan pemilihan presiden negara itu.

Raisi pada Senin (21/6/2021), mendukung pembicaraan Iran, dan kekuatan  dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir  2015. Tetapi  dengan tegas menolak pertemuan negara, Presiden  AS Joe Biden. Sekalipun jika  Washington menghapus  semua sanksi.

Stok minyak mentah AS di perkirakan telah turun, untuk Minggu kelima, berturut-turut pada pekan lalu, dengan stok sulingan dan bensin keduanya  meningkat. Jajak pendapat  awal Reuters  menunjukan pada senin (21/6/2021). (nd2)