Tak Miliki Potensi Alam, Kelurahan Ngaglik Kota Batu Tonjolkan Produk Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meninjau salah satu stand batik yang ada di pendopo Kelurahan Nggalik saat pelaksanaan Festival Batik (Rabu, 24/3).
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meninjau salah satu stand batik yang ada di pendopo Kelurahan Nggalik saat pelaksanaan Festival Batik (Rabu, 24/3).
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Bermacam batik dengan beragam motif dipajang di stand-stand yang ada di pendopo Kelurahan Ngaglik Kota Batu (Rabu, 24/3). Sesekali para ibu-ibu menghampiri stand melihat hasil kreasi batik. Di salah satu stand tampak perempuan muda yang tengah asyik membatik. Dengan perlahan ia menggoreskan cairan malam pada lembaran kain putih bermotif dedaunan. Itulah produk ekonomi kreatif.

Salah satu anggota Komunitas Shining Tuli Kota Batu tengah asyik berkreasi membatik di sela-sela acara Festival Batik yang digelar di Kelurahan Ngaglik.

Hasil kreasi batik itu dihadirkan saat penyelenggaraan Festival Batik yang dikemas dalam acara Jagongan Ngaglik yang diinisiasi Kelurahan Ngaglik. Kegiatan ini juga dihadiri Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Kepala Dinas Pariwisata Arief As Siddiq.

Baca Juga

Lurah Ngaglik, Edwin Yogaspatra Harahap mengatakan, event ini sebagai ruang menampilkan kreasi pelaku kreatif. Selama ini,  para pelaku kreatif menantikan berbagai event yang sebelumnya sempat terhalang seiring adanya pemberlakuan PPKM. Pelaksanaan kegiatan ini pun digelar dengan menerapkan SOP protokol kesehatan.

“Baru di Kelurahan Ngaglik yang memulai kegiatan di masa pandemi. Tentunya dengan SOP prokes. Ini bisa menjadi contoh agar perekonomian kembali pulih,” ujar dia dilansir Nusadaily.com.

Festival Batik ini menjadi titik awal untuk mengangkat potensi pengembangan wisata melalui produk ekonomi kreatif di Kelurahan Ngaglik. Dengan bermodal antusias dan SDM masyarakatnya, Edwin optimis dapat menunjang potensi pariwisata di Kelurahan Ngaglik. Potensi ekonomi kreatif itu sebagai solusi alternatif karena di wilayah ini tak memiliki potensi alam yang menunjang dijadikan daya tarik wisata. 

“Sesuai perwali pengembangan wisata, kami tidak memiliki potensi alam. Tapi memiliki SDM untuk bersama-sama menunjang sektor pariwisata ke depan,” terang Edwin.

Pihaknya juga akan menyiapkan Kampung Jawa sebagai destinasi wisata budaya yang akan memperkenalkan aksara Jawa kepada kalangan anak-anak. Serta dilengkapi berbagai permainan tradisional sebagai bentuk komitmennya mewujudkan kampung ramah anak.

“Permainan tradisional ini akan dilakukan setiap hari Minggu untuk mengurangi ketergantungan gawai pada anak,” imbuh dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, akan memanfaatkan salah satu gedung aset kelurahan sebagai tempat workshop berkreasi membuat produk-produk kreatif bagi ibu-ibu sekitar. Mulai dari produk batik, olahan panganan hingga souvenir. Fasilitas workshop itu diberikan agar ada pelatihan yang berkesinambungan. Sehingga bisa menciptakan produk bernilai ekonomis.

“Pemerintah melalui APBD akan mendukung pemasaran dan membantu menyerap hasil produk ekonomi kreatif berbasis masyarakat,” timpal dia.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko melihat masyarakat Kelurahan Ngaglik memiliki semangat berkreasi yang tinggi. Ia meminta agar OPD terkait bisa memberikan pendampingan dalam peningkatan kualitas produk. Sehingga bisa bersaing menembus level nasional agar lebih meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Ngaglik.

“Perluasan pemasaran melalui ruang virtual menjadi keniscayaan. Tanpa harus bertemu bisa bertransaksi. Mari duduk bersama menyusun konsep yang bisa menciptakan daya tarik bagi masyarakat luar kota,” seru Dewanti.

Terobosan dengan menghadirkan produk kreatif akan memunculkan aksentuasi dalam pengembangan desa/kelurahan wisata di Kota Batu. Sehingga Disparta Kota Batu akan menyiapkan program khusus, bagaimana Kelurahan Ngaglik bisa menjadi jujugan wisatawan, meskipun tak memiliki potensi alam.
 “Kami lihat SDM yang dimilikinya sangat luar biasa. Antusias masyarakat juga sangat tinggi. Makanya kami ingin mengangkat potensi lainnya, yang notabene Kelurahan Ngaglik tidak punya potensi alam,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, akan menyusun rencana pada semester I dan semester II 2021 untuk mendongkrak pasar ekonomi kreatif. Khususnya produksi batik dan souvenir yang dapat dijadikan ikon wisata Kota Batu.

“Kami telah konsolidadi dengan pelaku ekonomi kreatif, tokoh-tokoh masyarakat dan pak lurah. Komitmennya luar biasa menyukseskan pengembangan wisata Kelurahan Ngaglik,” ujar Arief. (wok/adv/wan)