Pemkot Batu dan ITS Bersama Budidayakan Porang di Oro-Oro Ombo

  • Whatsapp
Pemkot Batu dan ITS
Kasubdit Kerjasama dan Kealumnian Direktorat IKK, Arman Hakim Nasution membubuhkan tanda tangan dalam rangka programKKN abdimas bertema Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Jalinan kerjasama antara Pemkot Batu dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) terus berlanjut. Kedua belah pihak telah melakukan sejumlah bentuk kerjasama di beberapa bidang. Awal September, kedua lembaga ini bersama-sama membudidayakan porang di Kampung Edukasi Healing Forest dan HHBK Center AMKE Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu.

Terbaru, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menghadiri acara perjanjian kerja sama dan peletakan batu pertama dalam rangka kegiatan kuliah kerja nyata pengabdian masyarakat (abdimas). Penandatanganan dilakukan di Rupatama Balaikota Among Tani, (Selasa, 8/9). “Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi” menjadi tema yang dipilih dalam kegiatan KKN abdimas.

Baca Juga

Pemerintah Kota Batu dan ITS
Walikota Batu Dewanti Rumpoko menyandangkan jaket kepada peserta KKN abdimas Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi

Hadir dalam kegiatan ini  Kasubdit Kerjasama dan Kealumnian Direktorat Inovasi Kerjasama dan Kealumnian (IKK), Arman Hakim Nasution beserta mahasiswa ITS, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Batu Sugeng Pramono, Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Batu Arief As Sidiq, Kepala Bapelitbangda Pemkot Batu Susetya Herawan.

Dewanti sangat bahagia dan beruntung bahwa ITS memilih Kota Batu untuk dijadikan pilot project pengabdian masyarakat bertema “Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi”. Bagi Dewanti, kerjasama ini memberi keuntungan dan memberi peluang yang cerah bagi pembangunan Kota Batu sebagai salah satu daerah destinasi wisata.

“Bukan hanya menambah destinasi wisata tetapi semacam kegiatan lain di luar sektor pariwisata,” katanya.

Konsep yang dituangkan dalam tema Eduwisata Herbal Berbasis Energi Terbarukan dan Circular Ekonomi memiliki semangat yang harus diterapkan. Konsep tersebut menawarkan suatu paradigma baru terhadap sistem ekonomi, yaitu kerangka kerja yang berkelanjutan.

Pendapat Dewanti

Menurut Dewanti, eduwisata herbal berbasis energi  alternatif terbarukan sangat erat kaitannya dengan circular ekonomi. Sirkulasi tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan hasil aktivitas perekonomian.  Sehingga barang-barang yang dihasilkan dari setiap kegiatan perekonomian bisa digunakan seefisien mungkin serta tidak ada yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, daur ulang merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam konsep circular ekonomi.

Di sisi lain, ia berharap, setiap tahunnya ada program-program untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Batu. Untuk itu kerjasama antara Pemkot Batu dan ITS diharapkan bisa berkesinambungan. Salah satunya yang diinginkan yakni melestarikan tanaman herbal yang merupakan kekayaan hayati Indonesia. 

“Mudah-mudahan dengan ada kegiatan yang akan mengembangkan eduwisata herbal. Nanti dari hulu sampai hilir bisa membuka mata kita semua untuk melestarikan tanaman herbal ini,” pungkas Walikota.

Sementara itu, Kepala Disparta Kota Batu, Arif As Siddiq mengatakan, momen ini suatu pemicu untuk mewujudkan daya tarik wisata berbasis tanaman herbal. Yang semakin mendorong keberagaman pilihan destinasi di Kota Batu. “Harapannya makin mendongkrak kunjungan wisata di Kota Batu,” ujar Arif. (wok/adv/wan)

Post Terkait

banner 468x60