Ning Ita Tinjau Uji Coba Sekolah Tatap Muka Hari Pertama

  • Whatsapp
tatap muka
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kadispendik Kota Mojokerto Amin Wachid saat melakukan sidak di SDN Miji dan SMPN 1 Kota Mojokerto.(din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah yang melakukan uji coba tatap muka, Senin, 30 November 2020 pagi.

Peninjauan yang dilakukan di SDN Miji dan SMPN 1 Kota Mojokerto ini, untuk mengecek penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 sudah sesuai dengan penerapan atau tidak di hari pertama uji coba pembelajaran.

Baca Juga

Dari pantauan di lokasi, Ning Ita sapaan akrab warganya, tiba di lokasi SDN Miji sekitar pukul 8.30 pagi. Dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid, petinggi pemkot ini lantas mengecek satu persatu kondisi pembelajaran tatap muka di dalam kelas. 

BACA JUGA: Unggul Sebagai Kota Transit Perdagangan, Ning Ita Gali Kebijakan Pemkot Sorong

“Tadi saya lihat bangku sekolahnya, apakah sudah memberlakukan ketentuan jarak, dan apakah sudah dipasang sekat pengaman dari plastik?. Ini untuk menghindari cipratan-cipratan dan adanya kontak fisik,” papar wanita dengan spirit of majapahitnya ini.

Tak hanya itu, ia juga melakukan pengecekkan terhadap kesiapan sarana dan prasarana prokesnya. Semisal, alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), alat pengatur suhu tubuh, ketersediaan cairan desinfektan dan juga kebutuhan masker untuk anak-anak.

“Sekolah harus menerapkan prokes ketat, dan membiasakan siswa untuk selalu mematuhi itu. Sebab ini untuk keselamatan bersama,” tukasnya.

Masih kata Ning itu, sidak ini juga untuk meninjau kondisi kesiapan para murid, dari mulai kesehatannya hingga izin dari orang tuanya.

“Yang terpenting selain izin, kondisi anaknya harus dalam keadaan sehat. Kalau tidak enak badan maka sebaiknya tetap berada di rumah saja,” imbaunya.

BACA JUGA: Wali Murid Bisa Bernapas Lega, Ning Ita Setujui Izin Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, mengaku akan melakukan monitoring dan evaluasi dalam tiga hari kedepan. Tak lain untuk menentukan apakah uji coba pembelajaran tatap muka ini aman untuk dilanjutkan atau tidak.

“Nanti setelah hari ketiga akan dilakukan monev, ini terkait bagaimana kendala dan dinamika yang terjadi selama proses tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, salah satu syarat utama uji coba terbatas pembiasaan pembelajaran tatap muka ini adalah siswa mendapatkan ijin tertulis dari orang tua wali. 

“Kita tidak memaksa, kekuasaan sepenuhnya ada pada wali murid. Apakah mereka mengizinkan atau tidak, jika iya itupun harus disertakan pernyataan tertulisnya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dari total 83 sekolah SD dan SMP negeri dan swasta di Kota Mojokerto, terdapat 11 sekolah yang tetap melakukan daring.”Dari 63 SD negeri dan swasta terdapat 6 SD yang tetap melaksanakan pembelajaran daring.  Sedangkan dari 20 SMP, hanya 15 SMP yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka, sisanya tidak,” jelasnya.

Amin mengatakan, uji coba tatap muka akan berlangsung selama tiga minggu. Mulai 30 November hingga 22 Desember. Ini sebagai persiapan menghadapi penilaian akhir semester. Dimana, ujian akhir untuk SMP akan dilaksanakam mulai 4-11 Desember dan sekolah SD pada 7-18 Desember.

“Kita mengacu pada surat edaran Kemendikbud 12 November 2020 Nomor: 12776/H3/KP/2020 perihal Sosialisasi Kegiatan Simulasi Skala Besar UBKD dijelaskan bahwa Kemendikbud akan mengadakan simulasi Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) untuk seluruh satuan pendidikan,” tandas Amin. (din/lna)

Post Terkait

banner 468x60