DPRD Banyuwangi Sosialisasikan Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

  • Whatsapp
Pemberdayaan Petani DPRD
Sosialisasi Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani oleh Pimpinan DPRD bersama Bapemperda di Kecamatan Sempu, Kamis 15 Oktober 2020. (ozi/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-BANYUWANGI- DPRD Kabupaten Banyuwangi terus menggeber sosialisasi sejumlah produk hukum daerah. Salah satunya adalah Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Kamis 15 Oktober 2020, sosialisasi digelar di Balai Kecamatan Sempu dengan menghadirkan sejumlah kepala desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sejumlah kelompok tani.

Baca Juga

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliono bersama anggota Bapemperda, Ficky Septalinda dan Samsul Arifin serta perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan dan Camat Sempu.

Dalam kesempatan itu, Ruliyono menyampaikan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada jajaran pemerintahan desa maupun kepada masyarakat khususnya kelompok tani terkait esensi dari Perda No. 2 Tahun 2019.

“Salah satu tujuan dari Perda perlindungan dan pemberdayaan petani adalah untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas dan kehidupan yang lebih baik,” kata Ruliyono.

Sementara anggota Bapemperda DPRD, Samsul Arifin menambahkan, ada beberapa kebijakan yang diatur dalam perda tersebut, khususnya upaya perlindungan kepada petani. Di antaranya adalah penyediaan sarana produksi pertanian yang tepat waktu, tepat mutu. Serta harga yang terjangkau bagi petani.

Dalam perda tersebut, juga mengatur tentang impor komoditas pertanian sesuai dengan musim panen dan kebutuhan konsumsi dalam negeri.

“Ada juga fasilitas asuransi pertanian untuk melindungi petani dari kerugian gagal panen. Memberikan bantuan ganti rugi gagal panen akibat kejadian luar biasa sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Selain kebijakan perlindungan terhadap petani, juga diatur terkait upaya pemberdayaan terhadap masyarakat petani. “Pemberdayaan juga memiliki peran penting untuk mencapai kesejahteraan petani yang lebih baik,” kata Wakil Ketua Bapemperda DPRD, Ficky Septalinda.

Pemberdayaan dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan pola pikir petani, meningkatkan usaha tani. Serta menumbuhkan dan menguatkan kelembagaan petani. Agar mampu mandiri dan berdaya saing tinggi dalam berusaha tani.

Beberapa kegiatan yang diharapkan mampu menstimulasi petani agar lebih berdaya. Antara lain berupa penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan.

Selain itu juga ada pengembangan sistem dan sarana pemasaran hasil pertanian, konsolidasi dan jaminan luas lahan pertanian, penyediaan fasilitas pembiayaan dan permodalan, kemudahan akses ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi serta pengauatan kelembagaan petani.

“Petani dan produk pertanian diharapkan dapat memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal yang merupakan bagian dari budaya dan perilaku masyarakat yang memiliki daya saing tinggi,” tutup Politisi perempuan ini. (ozi/adv/cak)

Post Terkait

banner 468x60