Sate Lanjheng, Tradisi Santri, Dipertahankan Wartawan Probolinggo

  • Whatsapp
Sate Tradisi santri Probolinggo شواء Lanjheng
Sate Lanjheng, sate tradisi khas santri di Pondok Pesantren
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Idul Adha atau dikenal dengan hari raya idul kurban menjadi momentum bagi para jurnalis menggelar tradisi sate lanjheng atau sate panjang. Tradisi ini biasa dilakukan oleh para santri di pondok pesantren.

Jumat, 31 Juli 2020 menjadi momentum tahunan para jurnalis di Kota Probolinggo untuk menikmati hewan kurban. Mereka menyembelih kambing kemudian dibuat sate dengan panjang 1 meter.

BACA JUGA: e-Commerce ini Bisa Bantu Ibadah Kurban Anda

Menurut salah satu jurnalis, Lutfi Hidayat tradisi sate lanjheng (panjang) merupakan tradisi khas pesantren. Sehingga dalam momentum Idul Adha, tradisi itu terus dilakukan.

Sate Lanjheng, sate tradisi khas santri Probolinggo di Pondok Pesantren

“Sate panjang merupakan tradisi yang dilakukan santri ketika mondok. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus simbol pemikiran santri yang berpikir luas , panjang dan tidak gegabah,” jelasnya alumni Ponpes Zainul Hasan Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo ini.

BACA JUGA: Tips Aman Menyantap Daging Kurban

Sementara itu, menurut Hisbullah Huda uang juga seorang jurnalis mengatakan sangat berterima kasih pada Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya. Sebab kambing tersebut, merupakan kurban dari Kapolresta.

“Kami ucapkan terima kasih pada Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya beserta jajaran. Semoga ini menjadi berkah bagi awak media dan bagi semuanya,” ucapnya pada NusaDaily.com.

Sebagai penutup , sate panjang tersebut kemudian dinikmati bersama di basecamp museum wartawan Jalan Suroyo. (ras)

Post Terkait

banner 468x60