Pelajar, Mahasiswa, dan Warga Jadi Tersangka Demo Anarkis di Jember

  • Whatsapp
aksi jember
Lima tersangka kerusuhan unjukrasa di Kabupaten Jember. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

JEMBER – Demo menolak Omnibus Law yang disertai pelemparan batu dan petasan berbuntut panjang. Sebanyak lima orang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dengan dalih melakukan tindakan anarkis.

“Terduga pelaku: dua pelajar, dua pekerja swasta, dan satu mahasiswa,” jelas Wakapolres Jember Komisaris Windy Syafutra melalui konferensi pers, Minggu, 25 Oktober 2020.

Baca Juga

BACA JUGA: Kantor DPRD Dilempari Petasan dan Batu oleh Pendemo Tolak UU Cipta Kerja Jember

Masing-masing berinisial AFM, THS, AS, MRE, dan MAS. Semua tersangka merupakan penduduk yang berdomisili di Kabupaten Jember.

Windy menyampaikan, salah seorang diantara tersangka yang dari pelajar tergolong anak dibawah umur dengan usia belum genap 17 tahun.

Tersangka turut dalam demonstrasi Aliansi Jember Menggugat (AJM) yang memprotes pengesahan Omnibus Law UU Ciptaker di Bundaran DPRD Jember, Kamis, 22 Oktober 2020 lalu.

Menurut Windy, aksi tersebut awalnya berlangsung damai, namun berujung kericuhan yang berakibat kerusakan sejumlah fasilitas umum.

Sehingga, kepada mereka diberlakukan hukum pidana yakni, dijerat Pasal 170, juncto Pasal 214, juncto Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman 7-8 tahun penjara.

“Bukti-bukti dari video batu-batu dan petasan dilemparkan ke petugas, dan gedung DPRD, kaca dinding pecah,” urai Windy.

Polisi menyita sejumlah barang milik tersangka yang dijadikan bukti berupa palu, batu, korek, petasan, baju, tas, dan botol berisi pasir.

Sebagian barang bukti tersebut diyakini telah dipersiapkan sebelumnya untuk selanjutnya bertindak anarkis saat aksi demonstrasi.

Martil misalnya, adalah barang milik tersangka AFM yang dipakai merusak papan keramik DPRD sekaligus dibuat mengancam bakal merusak kamera para juru warta. Video aksi ‘sok jago’ AFM sempat viral di media sosial.

“Tersangka, ada yang dari awal ikut aksi dan ikut-ikutan AJM. Ada juga yang sudah saling mengenal dan tidak,” papar perwira lulusan Akpol 2004 itu.

Windy menyatakan, pihaknya akan mendalami lebih lanjut kerusuhan diskenario atau spontanitas inisiatif orang per orang yang berdemonstrasi.

Pelaku tindakan anarkis, dimungkinkan masih akan terus bertambah. Polisi sedang mengidentifikasi berdasarkan rekaman peristiwa.

“Kita mempunyai tim pemantauan tertutup dari awal sampai akhir. Kalau dari video pelaku masih ada lagi, hanya masih mencari keberadaan mereka,” sambung Windy.

BACA JUGA: Sok Jagoan, Demonstran Jember Ancam Wartawan

Penyidikan lebih lanjut diagendakan pemeriksaan terhadap para tokoh penggerak aksi dari AJM. Jika merujuk pengakuan korlap aksi, M Yayan menyebut ada sekitar 30 elemen mahasiswa dan pelajar yang terlibat unjukrasa.

“Korlap aksi nanti pemanggilan, perkembangan selanjutnya tentu didalami karena sampai ada aksi anarkisme,” tegasnya.

Sedangkan, Kasatreskrim AKP Frans Dalanta Kembaren mengutarakan pelaku tidak sampai melakukan perlawanan saat diringkus petugas.

“Penangkapan ada yang langsung dirumah tersangka maupun di tempat mereka biasa nongkrong,” tuturnya.

Sejak saat ini, kelima tersangka ditahan dalam sel tahanan Mapolres Jember dengan alasan agar tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. (sut)

Post Terkait

banner 468x60