Pejabat Kemenag Kabupaten Pasuruan yang Meninggal Jadi Kambing Hitam Korupsi BOP Ponpes-Madin

  • Whatsapp
BOP Ponpes
Tersangka AS, saat digelandang ke mobil tahanan Kejari Kota Pasuruan. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Meski telah meninggal dunia, SJ, mantan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Pasuruan, namanya masih disangkut pautkan dengan dugaan korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk pondok pesantren (Ponpes), madrasah diniyah (Madin) dan TPQ.

Ia disebut-sebut memberikan surat keputusan (SK) Kemenag RI tentang lembaga penerima BOP kepada seorang tersangka dugaan korupsi yang kini ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan. Ia pula yang bakal dijadikan kambing hitam sebagai pengepul uang hasil potongan BOP.

Baca Juga

BACA JUGA: ‘Job’ Pendataan BOP Ponpes Datang dari Pejabat Kemenag Kabupaten Pasuruan

Skenario ini sudah dirancang AS, beserta kaki tangannya yang menjadi eksekutor pemotongan BOP untuk Ponpes dan Madin. Sebelum ditetapkan tersangka, AS dan seorang temannya, SR, memberikan instruksi kepada jaringannya di Kabupaten Pasuruan apabila nantinya juga diperiksa penyidik Kejari Bangil.

Tersangka AS yang merupakan pengurus alumni santri Ponpes ini memiliki jaringan yang luas. Sehingga ia leluasa bergerak membawa kutipan SK Kemenag Ri untuk di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.

“AS meminta agar menyebut nama pejabat Kemenag Kabupaten Pasuruan yang sudah meninggal. Saya diminta untuk menjadi saksi yang mengetahui bahwa almarhum menerima setoran uang hasil pemotongan BOP tersebut,” kata seorang anak buah tersangka AS yang meminta tidak disebut jati dirinya.

Dikatakan, ia adalah salah seorang eksekutor lapangan yang mendata dan membantu pencairan BOP untuk Madin diwilayah timur Kabupaten Pasuruan. Dengan menyebut nama mantan pejabat Kemenag sebagai pengepul uang potongan BOP, proses pemeriksaan oleh penyidik tidak akan berpanjang lebar. Karena yang bersangkutan sudah almarhum pada bulan Maret lalu.

“AS punya bos sendiri yang sebenarnya telah menerima setoran uang potongan BOP. Uang itu tidak setor melalui rekening, tetapi diberikan kepada orang kepercayaan bos. Penyerahan uang dilakukan di pelataran sebuah toko swalayan,” ujarnya.

BACA JUGA: Begini Ceritanya Tenaga Ahli DPR RI dari Partai Gerindra dan Pimpinan Ponpes Ditetapkan Tersangka Korupsi BOP

Gelagat pengkambing hitaman kian kentara seiring proses pemeriksaan Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan, As’adul Anam. Kepada penyidik Kejari Kota Pasuruan, bahwa As’adul Anam mengaku ditilap bawahannya dalam urusan penyaluran BOP tersebut.

“Kepala Kemenag sudah diperiksa penyidik. Ia mengaku tidak tahu menahu terkait pemberian SK yang dilakukan oleh Kasi PD Pontren kepada tersangka,” kata Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto. (oni/lna)