Legislator Dilaporkan ‘Serang’ RT, PPP: Partai Tak Beri Pembelaan Hukum

  • Whatsapp
Legislator PPP Jember
Ketua DPC PPP Jember, HM Madini Farouq menunjukkan surat peringatan untuk Imron Baihaqi. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengakui tentang legislatornya di DPRD Jember bernama Imron Baihaqi yang sedang terbelit perkara dugaan penganiayaan terhadap Dodik Wahyu Irianto, Ketua Rukun Tetangga (RT) di Perumahan Bernady Land Cluster Gardenia, Lingkungan Puring, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

PPP secara resmi menyatakan sikap menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah tersebut kepada Imron sekaligus diberi surat peringatan pertama. Alasannya, hal itu sebagai bagian dari upaya mendisiplinkan perilaku kader.

Baca Juga

“Partai tidak akan memberi pembelaan hukum,” jelas Gus Mamak, sapaan akrab Ketua DPC PPP Jember, HM Madini Farouq melalui konferensi pers pada Selasa, 2 Pebruari 2021.

Peristiwa di Perumahan Bernady Land dianggap masalah pribadi Imron. Gus Mamak berahap publik memahami batas yang membatasi dengan urusan kepartaian. Meskipun akibatnya tetap saja berdampak pada hal yang mengarah kepada citra PPP.

Oleh karenanya, Gus Mamak mengungkapkan, keputusan memberi surat peringatan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan DPW PPP Jawa Timur serta DPP PPP. Kasus yang melilit Imron disebut menjadi perhatian khusus dalam internal partai karena menyangkut masalah hukum dan perilaku kader di lingkungan sosial.

“Demi menjaga nama baik partai, serta menjalankan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART) Partai Persatuan Pembangunan. Surat peringatan merupakan tahapan yang harus dilalui sambil melihat perkembangan proses hukum,” tegasnya.

Kendati, Gus Mamak berharap agar Imron segera berdamai dengan Dodik dengan cara-cara yang elegan. Apabila langkah demikian buntu dan terpaksa berlanjut ke ranah hukum, PPP tidak bisa berbuat banyak selain menghormati proses yang berlaku.

“Kami berharap persoalan diselesaikan, dengan tetap menghormati proses hukum. Tapi azas kekeluargaan, mudah-mudahan menjadi solusi terbaik. Apa yang terjadi menjadi tanggung jawab pribadi. Kami menerapkan disiplin organisasi,” sambungnya.

BACA JUGA:

Dalam kesempatan itu, Gus Mamak atas nama PPP menyampaikan pernyataan meminta maaf secara terbuka kepada publik. Dia yakin, masyarakat akan mengerti dengan langkah keterbukaan semacam ini.

“Kami mohon maaf kepada korban dan masyarakat Jember, karena yang terjadi diluar kendali. Kemarin kita baru merayakan Harlah PPP, tapi dua hari kemudian ada peristiwa seperti ini. Sekecil apapun kesalahan anggota dewan menjadi sorotan masyarakat. Jangankan salah, benar pun tetap jadi perhatian,” tutupnya.

Seperti diketahui, terhitung sejak hari ini juga, Imron telah dinonaktifkan dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ka’bah (DPC GPK) Jember. Wakilnya, Iqbal Wilda Wardana ditunjuk sebagai pengganti untuk sementara waktu. (sut)