Kasus Oplos Beras di Sumenep Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi Ahli Pangan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SUMENEP – Perkembangan kasus oplos beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep memasuki proses penyelidikan. Kini, pihak penyidik menunggu hasil lab ditambah pemeriksaan saksi.

“Yang jelas, kami masih pemeriksaan saksi ahli di lapangan. Karena lab-nya ini butuh waktu tujuh hari,”ungkap Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhany RB, S. Kom, S.I.K, Senin 29 Juni 2020.

Baca Juga

Menurutnya, selain menunggu hasil Lab, pihaknya juga masih menunggu pemeriksaan tambahan dari saksi. “Setelah itu kita koordinasi dengan kejaksaan, ada yang mau ditambah atau tidak,” terangnya pada Nusadaily.com.

Lebih lanjut, Dhany menjelaskan bahwa tersangka berpotensi dijerat undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. “Kami tambah undang-undang pangan, tambah lagi”, tambahnya

Untuk diketahui, kasus oplos beras mencuat saat Satrekriskrim lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2020. OTT tersebut dilakukan di Pabrik Yudhatama Art di Desa Pamolokan Kecamatan Kota, Sumenep.

Hasilnya, Polres Menetapkan Latifa (43) sebagai tersangka sekaligus sebagai pemilik Gudang Yudhatama Art. Selain itu, Latifa megajukan Praperadilan saat dirinya masih berstatus tersangka. Akan tetapi, upaya tersangka Latifa ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep sehingga penetapan status tersangka sah demi hukum.

Tersangka saat ini tidak dilakukan penahanan. Sebab, berkas perkara belum dinyatakan lengkap atau P21 hingga masa tahanan berakhir. (nam/top)

Post Terkait

banner 468x60