Istri Karyawan Lepas PT MSE Ratapi Vonis Timpang Pengadilan Tipikor

  • Whatsapp
pasar manggisan
Maya (paling kanan), saat bersama tim pengacara suaminya. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Maya seketika tak kuasa menahan tangis usai mendengar kabar tentang putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya atas perkara proyek Pasar Manggisan, Selasa 15 September 2020.

Hingga kini, dia masih terus meratapi momen paling pahit sepanjang hidupnya. Bagi Maya, keputusan wakil Tuhan di bumi itu tidak memenuhi rasa keadilan.

"
"

Baca Juga

"
"

“Sangat tidak adil ini Pak. Satu rupiah pun (uang proyek) kami tidak terima, kenapa harus Fariz?,” ucap Maya seraya masih terisak tangis saat memberi pernyataan ke media, Rabu 16 September 2020.

Fariz adalah suami Maya dengan nama lengkap Muhamad Fariz Nurhidayat yang baru saja divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

BACA JUGA: Vonis Aneh Perkara Korupsi Pasar Manggisan: Tiga Orang Dihukum, Satu Malah Bebas

Fariz terjerembab kedalam perkara Pasar Manggisan bersama bosnya, yakni Direktur PT Maksi Solusi Enjinering, Irawan Sugeng Widodo alias Dodik.

Namun, Maya menyesalkan hanya suaminya yang dijerat meski ada sekian banyak karyawan dalam PT MSE. Apalagi, putusan pengadilan justru menghukum Fariz, namun malah membebaskan Dodik dari segala dakwaan.

“Pak Dodik bebas gimana maksudnya? Pak Dodik yang punya perusahaan, yang menikmati pekerjaan. Fariz hanya karyawan,” ungkapnya merasa heran putusan pengadilan bisa sampai timpang.

Maya meyakinkan, bahwa suaminya hanya menerima gaji Rp5 juta per bulan. Adapun dalam hal keuangan proyek, menurutnya Fariz berlaku jujur dengan selalu menyetorkannya ke rekening pribadi Dodik senilai total hampir Rp3 miliar.

BACA JUGA: Tuntutan Hukuman Berat Korupsi Menerjang Pejabat Jember dan Rekanan Terkait Pasar Manggisan

Oleh karenanya, Fariz memberanikan diri mengajukan sebagai justice collaborator (JC). Laki-laki kelahiran 1990 itu bicara tentang adanya rapat bersama antara Dodik, Bupati Jember Faida, sejumlah kepala OPD, bertempat di Pendopo Wahya Wibawa Graha untuk membahas rencana proyek.

Bekal dari rapat itulah, Dodik mendapatkan legitimasi non formal menggarap jasa konsultan perencanaan hingga pengawasan di rehab Puskesmas, rehab kantor kecamatan, dan pembangunan fasilitas ruang terbuka hijau se-kabupaten Jember.

Menurut Fariz, ia yang disuruh Dodik agar menjalankan modus ‘pinjam bendera’. Artinya secara administrasi penggarap perencanaan atas nama perusahaan lain, meski sejatinya pekerjaan menggambar sudah dilakukan.

Garapan Pasar Manggisan yang tidak beres pada akhirnya membuat modus tersebut terbongkar. Kejaksaan Negeri Jember lantas melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan ke pengadilan.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang menangani perkara Pasar Manggisan terdiri atas nama Hizbullah Idris, M Mahin, dan Emma Elyani.

Hanya hakim Hizbullah yang berpendapat Dodik bersalah sesuai dakwaan jaksa, sedangkan hakim Mahin dan hakim Emma menyatakan Dodik tidak bersalah.

Di lain sisi, ketiga hakim tersebut kompak membuat putusan berupa hukuman 5 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan wajib membayar kerugian negara Rp90 juta subsider 1 tahun penjara kepada Fariz.

Majelis hakim juga sependapat kala memvonis hukuman 6 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan, dan wajib membayar uang pengganti kerugian negara Rp1,1 miliar subsider 3 tahun penjara kepada pelaksana kerja PT Dita Putri Waranawa, Edy Shandy Abdur Rahman.

BACA JUGA: Gelagat Korupsi Pasar Manggisan Tidak Tambah Menjerat ke Banyak Orang

Kekompakan hakim masih terjaga tatkala vonis pidana penjara selama 4 tahun, dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan untuk mantan Kepala Disperindag Jember Anas Ma’ruf.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono menegaskan bakal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung untuk kembali menuntut Dodik yang telah diputus bebas Pengadilan Tipikor Surabaya.

Lain halnya mengenai vonis bersalah pada Fariz, Edy, dan Anas belum disikapi ke tahap banding. Pasalnya, vonis hukuman mereka lebih dari 2/3 tuntutan jaksa.

Tapi, Maya maupun Mohamad Nuril, pengacara dari terdakwa Edy dan juga Anas mengisyaratkan bakal mengajukan banding ke pengadilan berikutnya. (sut)

Post Terkait

banner 468x60