Inilah Dua Golongan yang tak Masuk Daftar Vaksinasi Sumenep

  • Whatsapp
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.
banner 468x60

NUSADAILY.COM—SUMENEP – Bupati Sumenep Madura Jawa Timur, A. Busyro Karim mengatakan wanita hamil dan orang yang mempunyai penyakit penyerta tidak termasuk dalam data yang akan vaksin.

“Kita siap semua, sesuai aturan yang ada. Saya siap walaupun umur saya 60 tahun, tetapi aturannya 60 tahun tidak divaksin. Kemudian ada penyakit penyerta juga tidak di Vaksin,” katanya kepada awak media. Rabu 27 Januari 2021.

Selain itu, lanjut Bupati dua periode ini, wanita hamil juga tidak termasuk dalam data untuk divaksin. “Data orang-orang yang akan vaksin sudah ada. Nanti akan dilihat, kalau orang ini hamil misalnya atau mempunyai penyakit penyerta maka tidak divaksin. itu akan mengurangi,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya untuk menekan penyebaran virus asal Whuhan tersebut harus dilakukan dari banyak sisi. “Boleh lah ada masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain. Tapi vaksin ini adalah bagian dari usaha kita manusia,” imbuhnya.

Terkait jumlah vaksin yang masih belum memenuhi, pihaknya berharap agar secepatnya dilakukan pendistribusian untuk memenuhi data yang sudah ada.

“Mudah-mudahan ini cepat pendistribusian dari atas. artinya kami dibawah siap untuk melaksanakan,” harapnya.

Diketahui, tenaga kesehatan di Kabupaten berlambang kuda terbang ini hampir 4 ribu Nakes. “Untuk nakes saja belum semuanya. tinggal nunggu distribusinya nanti,” tambahnya.

Dalam rangka pengamanan vaksin tersebut, terdapat pengamanan dari TNI/Polri serta sudah disiapkan tempat yang aman baik di Dinas Kesehatan setempat atau di Puskesmas-Puskesmas di wilayah Sumenep.

Sebelumnya, Vaksin Covid-19 untuk Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur sudah tiba di Kota Sumekar, Selasa 26 Januari 2021, kemarin. Kedatangannya dikawal ketat petugas dari parat kepolisian resort (Polres) setempat.

Vaksin untuk virus mematikan ini datang dengan dikawal petugas polisi dan TNI dari pintu perbatasan Sumenep – Pamekasan. Vaksin di bawa dengan menggunakan truk. Pengawalan dilakukan hingga sampai ke lokasi penyimpanan di kantor dinas kesehatan (Dinkes).

“Vaksin sampai di lokasi penyimpanan di kantor dinkes sekitar pukul 04.48 dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI. Pengawalan dilakukan mulai dari pintu masuk Sumenep,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dalam rilisnya.

Adapun Vaksin yang dikirim ke Kota keris ini sebanyak 2.480 dengan sasaran Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan para petugas medis. (nam/kal)