Buka Dua Trayek, DAMRI Sediakan Layanan Transportasi Gratis di Kota Batu

  • Whatsapp
Walikota Batu, Dewanti Rumpoko dan Kasubdit Angkutan Multimoda Dirjen Perhub Darat, Ahmad Wahyudi memberangkat dua armada bus mini milik DAMRI yang akan melintas di Kota Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Pada perayaan HUT ke 19 Kota Batu, Pemkot Batu meluncurkan trayek jalur wisata Batu-Bromo. Keinginan ini terealisasi, dengan menggandeng Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI). Fasilitas layanan ini sekaligus menjadi kado bagi Kota Batu yang kini berusia 19 tahun.

Baca Juga

BUMN yang bergerak di sektor moda transportasi darat itu bakal memyediakan layanan gratis selama seminggu. Armada bus mulai dioperasikan pada 18 Oktober. Halte juga disediakan di Terminal Batu yang dikelola Pemprov Jatim.

Saat launching, Kasubdit Angkutan Multimoda Dirjen Perhub Darat, Ahmad Wahyudi berkeyakinan angkutan ini mempermudah konektivitas serta ramah melayani wisatawan menuju tunjuan wisata. Tentunya harga juga terjangkau, nyaman, aman dan sehat.

Wahyudi mengatakan, di tahun 2020 ada 11 kawasan startegi pariwisata nasional (KSPN) yang terlayani moda transportasi darat milik BUMN ini. Sebelumnya, pada 2019 lalu, diluncurkan di 5 KSPN.

“Hari ini ada empat lokasi yang meliputi Denpasar, Banyuwangi, Bukit Tinggi dan Kota Batu,” ujar Wahyudi ( Sabtu, 17/10).

Ada dua rute yang akan dilalui, yakni dari Kota Batu menuju wisata religi Wali Lima melintasi Lamongan dan berakhir di Tuban. Serta trayek menuju Kawasan Wisata Bromo via Pasuruan.

Tarif normal yang dikenakan untuk masing-masing rute, per orang cukup menyediakan uang senilai Rp 175 ribu. Namun karena ada subsidi hingga 70 persen, tarif transportasi hanya Rp 50-60 ribu.

“Karena masih momen Hari Jadi Kota Batu, kami bebaskan hingga 5 hari kedepan terhitung mulai besok (Minggu, 18/10). Jam operasional juga masih uji coba dan akan dievaluasi setiap pekan hingga betul-betul prima,” urai Wahyudi.

Armada Tidak Langsung ke Tujuan

Ia menerangkan lebih lanjut, nantinya armada tidak langsung ke tujuan atau patas. Tergantung dari wisatawan. Namun, karakteristik mayoritas wisatawan menginginkan tipe patas.

Nantinya setiap penumpang juga akan dipantau online GPS oleh kementerian. Sehingga jumlah penumpang juga terdata secara akurat. Mengenai jadwal pihaknya juga masih berkoordinasi dengann Dishub Kota Batu.

Kapasitas kursi juga akan dibatasi sebanyak 12 penumpang karena di masa pandemi Covid-19. Protokol kesehatan juga diberlakukan ketat sesuai arahan dari instansi terkait. Jika situasi normal kendaraan ini bisa mengangkut 19 penumpang.

“Sedangkan penambahan armada, juga akan dievaluasi dari antusias wisatawan. Bahkan jika banyak peminat akan kami komersilkan bekerja sama dengan pengusaha,” ungkapnya.

Sesuai petunjuk dari DAMRI, hingga akhir Desember ini masih dikelola DAMRI dan Pemkot. Setelah itu pada Januari 2021 ada lelang untuk operator. Siapaun bisa ikut lelang dan akan tetap mendapat subsidi dalam operasionalnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengaku kagum dengan kado spesial yang diberikan DAMRI pada HUT ke 19 Kota Batu. Hadirnya layanan transportasi wisata Batu-Bromo, diyakni meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat Kota Batu.

“Untuk bus DAMRI ini merupakan program Dirjen Perhubungan Darat untuk daerah pariwisata yang dianggap punya potensi. Tak hanya Kota anatu. Tapi ada juga Banyuwangi dan Jember. Ini percobaan ke Bromo,” bebernya.

Dengan adanya transportasi wisata itu ia berharap mini bus tersebut bisa jadi fasilitias umum dan wisatawan ke Bromo dengan awal dua armada dulu.

“Sekarang dua armada dulu. Kemudian nanti dilihat antusais wisatawan. Kalau sudah over load bisa ditambah. Sementara selama satu minggu ini gratis,” pungkasnya. (wok/aka)

Post Terkait

banner 468x60