Aroma Konspirasi Pemindahan Rekening Deposito Kasda Pemkot Pasuruan Rp 80 M

  • Whatsapp
kota pasuruan
Surat perihal penempatan deposito yang ditujukan kepada pimpinan Bank Jatim Pasuruan itu menindaklanjuti disposisi Plt Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Aroma tak sedap antara Pemkot Pasuruan dengan tiga bank BUMN mulai terendus. Sinyalemen konspirasi ini menyeruak setelah diketahui adanya pengalihan dana kas daerah (Kasda) dari Bank Jatim senilai Rp 80 miliar ke tiga bank lain.

Pengalihan dana Kasda Pemkot Pasuruan sejak Januari 2020 lalu ini seolah mengingatkan skandal Kasda di Pemkab Pasuruan sebesar Rp 33 miliar. Praktek korupsi pemindahan rekening Kasda dari Bank Jatim ke Bank Bukopin ini memakan tumbal dua orang mantan Kabag Keuangan ke penjara pada 2010 lalu.

Baca Juga

Pemindahan rekening deposito Pemkot Pasuruan dari Bank Jatim ke BRI, BNI dan BTN terkuak setelah Komisi II DPRD Kota Pasuruan melakukan kunjungan ke Bank Jatim, beberapa waktu lalu. Diperoleh keterangan bahwa Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Pasuruan telah melayangkan surat untuk memindahkan rekening deposito sebesar Rp 80 miliar ke tiga bank lain yang ditunjuk.

BACA JUGA: ASN Pendukung Cawali Teno Diperiksa Bawaslu

Surat perihal penempatan deposito yang ditujukan kepada pimpinan Bank Jatim Pasuruan itu menindaklanjuti disposisi Plt Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Bank Jatim diminta untuk menempatkan rekening deposito dari total Rp 175 miliar, pada empat rekening bank berbeda di Pasuruan.

Penempatan deposito tersebut antara lain pada Bank Jatim sebesar Rp 95 M, BRI sebesar Rp 60 M, BTN sebesar Rp 10 M dan BNI sebesar Rp 10 M. Proses penempatan dan pemindahan rekening deposito ini dilakukan secara bertahap yakni pada 27-30 Januari 2020 lalu.

Surat yang ditandatangani Kuasa Bendahara Umum Daerah, Wiwit Kurniasri ini juga ditembuskan kepada Plt Walikota Pasuruan dan Plt Kepala BPKA selaku Bendahara Umum Daerah.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaidi, menyatakan keheranannya atas pemindahan rekening deposito tersebut. Meski sama-sama bank plat merah, namun besaran nilai suku bunga deposito tiga bank yang ditunjuk tersebut ternyata justru lebih rendah dari Bank Jatim.

Selisih suku bunga yang lebih rendah sekitar 0,8 persen tersebut justru berpotensi mengurangi pendapatan daerah dari sektor bunga bank. Dalam satu tahun anggaran, potensi berkurangnya pendapatan daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

BACA JUGA: 15 Polisi Pasuruan Dangdutan hanya Didenda Rp 100 Ribu, Warganet Murka

“Pemindahan rekening deposito bisa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Diantaranya adalah suku bunga bank yang seharusnya lebih kompetitif dibanding bank sebelumnya,” kata Junaidi.

Menurutnya, pemindahan rekening deposito ini tidak seharusnya dilakukan. Mengingat Bank Jatim adalah bank milik Pemprov Jatim yang sahamnya juga dimiliki Pemkot Pasuruan. Lebih ironis, suku bunga yang diperoleh dari tiga bank lain tersebut justru lebih rendah.

“Bunga deposito dari tiga bank tersebut disetor kembali ke rekening Bank Jatim. Berdasar laporan setoran bunga bulanan ini diketahui terdapat selisih suku bunga yang lebih rendah dari rekening deposito di Bank Jatim,” tandasnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, per September 2020, selisih lebih rendah bunga bank tersebut 0,91 persen. Jika bunga deposito di Bank Jatim sebesar 5,25 persen, sementara di BRI sebesar 4,34 persen.

Atas pemindahan rekening deposito yang dianggap terdapat kejanggalan ini, pihaknya akan meminta keterangan dan penjelasan dari BPKA Kota Pasuruan. Keterangan tersebut dianggap sangat penting untuk menjawab praduga yang tidak wajar atas menyusutnya pendapatan daerah dari sektor bunga bank.

Sementara itu, Plt Kepala BPKA Kota Pasuruan, Moch Amien, menyatakan bahwa penempatan rekening deposito di beberapa bank tersebut dalam rangka manajemen kasda Pemkot Pasuruan. Penempatan dana tersebut juga didasarkan atas perjanjian yang mengatur tentang besaran rate suku bunga bank yang ditetapkan.

“Sesuai dengan aturan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), bahwa rate bunga yang ditetapkan sama besarnya. Tidak lebih rendah atau lebih tinggi dengan Bank Jatim,” kata Amien.

BACA JUGA: Warga Antusias Sambut Visi Pasuruan Kota Madinah

Selain mengacu pada aturan tersebut, juga didasarkan atas azaz manfaat yang diperoleh Pemkot Pasuruan dari bank lain. Diantaranya menyangkut kompensasi dana CSR dari bank yang bersangkutan.

“Bank BRI menjanjikan dana CSR untuk Pemkot Pasuruan sebesar Rp 300 juta. Sementara dua bank lain masih belum bisa memberikan karena nilainya kecil,” jelas Amien.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menarik kembali deposito yang ditempatkan di Bank BTN. Karena bank tersebut tidak sanggup memberikan rate bunga yang telah disepakati sebelumnya. (oni)

Post Terkait

banner 468x60