Arkeolog M. Dwi Cahyono: Benda Cagar Budaya di Gandusari Pemukiman Keagamaan dari Desa Kuno

  • Whatsapp
arkeolog M. Dwi Cahyono
Syamsul Arifin, Sekdes Gandusari menunjukkan pelandas tiang yang ditemukan di dekat Sungai Mbesi.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-BLITAR- Arkeolog M. Dwi Cahyono merespons temuan benda cagar budaya di Gandusari Blitar Jawa Timur. Benda dengan berbagai bentuk diduga peninggalan purbakala ditemukan warga Gandusari Kabupaten Blitar dialiran Sungai Mbesi.

BACA JUGA: Warga Gandusari Blitar Temukan Arca Batu di Sungai Mbesi

Baca Juga

BACA JUGA: Sempat Tertunda, Eskavasi Candi Gedog Blitar Dilanjutkan untuk Temukan Bangunan Induk

Tepatnya di Dusun Gandusari RT 2 RW 2 Desa/Kecamatan Gandusari. Benda yang ditemukan di antaranya ada arca batu yang berbentuk ganesha, pelandas tiang, lesung batu dan batu-batu lain dengan tulisan.

Kepada Nusadaily.com arkeolog M. Dwi Cahyono memberikan penjelasan. Melihat dari bentuk arca di Gandusari melalui foto, benda arca yang ditemukan kondisinya tidak fragmentaris utuhan. Dirinya bisa mengidentifikasi berdasarkan ciri-ciri bagian bawah.

 Arkeolog M. Dwi Cahyono
Temuan di Sungai Mbesi Gandusari Kabupaten Blitar Jawa Timur.

“Jadi indikator pertama dilihat bagian tubuhnya, kegemukan dengan perut buncit, kedua posisi duduk kaki tidak bersila. Tetapi posisi duduk seperti bayi, makanya disebut foot baby. Foot baby semacam itu khas untuk ganesha,” jelasnya soal arca di Gandusari, Jumat 16 Oktober 2020.

“Saya juga belum melihat potongan yang diidentifikasikan sebagai belalai. Selain itu juga belum melihat posisi tangan kiri memegang apa. Kalau pegang mangkok, maka yang belalainya mengarah ke mangkok,” tutur Arkeolog M. Dwi Cahyono soal temuan di Gandusari.

Gandusari Miliki Sungai Suci Bernama Lekso

Dwi menduga arca yang ditemukan itu Ganesha. Namun dirinya tidak tahu penyebab pecah dan ditemukan dialiran sungai. Bisa karena longsor sungai, atau sengaja dipecah dan dibuang ke sungai kawasan Gandusari.

Hanya saja menurutnya, yang menarik adalah lokasi penemuannya di Gandusari. Sebab di Gandusari bisa dikatakan lembah apitan antara Gunung Kelud dan Kawi. Sebelah timur Gunung Kawi, sebelah barat utara Gunung Kelud. Keduanya merupakan gunung suci. Di situ juga ada Sungai Lekso yang konon disebut sungai suci.

“Di daerah lain di Gandusari juga banyak ditemukan, yaitu di Desa Slumbung. Di sana ditemukan perunggu yang bagus. Nah, itu ,emberi petunjuk kalau Gandusari mempunyai potensi ada temuan,” ujarnya.

 Arkeolog M. Dwi Cahyono
Batu bertulis di Gandusari, belum jelas tulisannya berbahasa sansekerta atau bukan.

Dwi menduga, benda-benda itu berasal dari semacam pemukiman keagamaan, ada desa kuno. Candi itu merupakan candi desa. Namun ada bangunan sucinya. Selain itu, lokasi di Gandusari yang berada di antara Gunung Kelud dan Kawi membuat daerah itu subur, namun rawan terjadi bencana.

“Tahun 1960 atau 1967 banyak benda masa lampau peninggalan Hindu Buddha dirusak dan dilempar ke sungai. Jadi saya belum tahu persis penyebab benda itu bisa ditemukan di sungai Gandusari. Yang jelas bukan dari kerajaan, tapi pemukiman keagamaan,” jlentrehnya.(tan/cak)

Post Terkait

banner 468x60