Antisipasi Kebocoran, Dewan Usulkan Parkir Elektronik di Kawasan Alun-alun Kota Batu

  • Whatsapp
Kantong parkir di kawasan Alun-alun Kota Batu. Setiap tahunnya perolehan retribusi parkir yang dihimpun di jantung kota itu berada di bawah target
Kantong parkir di kawasan Alun-alun Kota Batu. Setiap tahunnya perolehan retribusi parkir yang dihimpun di jantung kota itu berada di bawah target
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Selama beberapa tahun perolehan retribusi parkir tepi jalan di kawan Alun-alun Kota Batu selalu berada di bawah target. Padahal di jantung kota itu merupakan pusat keramaian, namun tak setimpal dengan pendapatan retribusi parkir.

Hal itu memantik sorotan Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari. Politisi PDIP itu meminta agar Dishub Kota Batu melakukan terobosan. Agar perolehan retribusi dapat maksimal. Pihaknya pun mengusulkan penggunaan palang pintu parkir elektronik. Dengan begitu dapat menekan kebocoran karena dapat merekam jumlah kendaraan.

“Parkir di tepi jalan memang jadi permasalahan yang belum bisa diselesaikan mengingat selama ini tak pernah mencapai target.  Apalagi di seluruh wilayah Kota Batu, kantong-kantong parkir yang selalu ramai dan tak pernah sepi pengunjung adalah Alun-Alun Kota Batu,” papar dia dilansir Nusadaily.com.

Ia berpendapat, kebocoran ini karena oknum jukir tak pernah memberikan karcis. Tanpa bukti pembayaran retribusi itu sulit untuk mendeteksi jumlah kendaraan. 

Tercatat pada sejak tahun 2018 lalu kunjungan wisatawan mencapai 6,5 juta wisatawan dengan nilai PAD retribusi parkir di tepi jalan mencapai 16,5 persen atau kurang lebih Rp 247 juta dari target Rp. 1,5 miliar.

Sedangkan tahun 2019 dari target yang sama hanya mencapai 13,83 persen hingga bulan Oktober 2019 dengan kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 7 juta wisatawan dari sekitar 330 titik parkir. Pada tahun 2020 dari target retribusi parkir di tepi jalan yang dipatok sebesar Rp 1,5 miliar hanya terealisasi Rp 228,6 juta karena pandemi Covid-19.

“Untuk jukir yang saat ini sudah mengelola parkir di Alun-Alun Kota Batu, dengan sistem palang pintu ini nanti bisa tetap bisa bekerja. Yakni menjadi pengatur kendaraan yang parkir dan keluar masuk. Jadi mereka tetap masih tetap bekerja. Untuk teknis bisa dibicarakan dengan Dishub,” terangnya. 

Dengan sistem parkir tersebut, diungkapnya secara tak langsung akses pintu masuk ke Alun-Alun Kota Batu akan diberi palang pintu. Seperti di Jalan Kartini, Jalan Sudiro, hingga Jalan Munif. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso sangat mendukung. Bahkan pihaknya meminta agar Dishub Kota Batu bisa melakukan studi tiru ke Blok M Square. Tak hanya itu, dengan parkir palang pintu juga sangat minim biaya jika dibanding dengan wacana Dishub untuk membangun gedung parkir bertingkat di gedung depan PMI yang ada di Jalan Kartini Kota Batu. 

“Wacana parkir palang pintu di Alun-Alun ini sangat bagus. Apalagi dengan dengan adanya parkir palang pintu dengan barcode bisa meningkatkan PAD. Tinggal Dishub melakukan studi tiru ke Jakarta untuk teknis parkir tersebut,” bebernya. (wok/wan)