Anggota Dewan Sebut Ada Hal Mistis Soal Ambrolnya Plengsengan Jembatan Kedungkandang

  • Whatsapp
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang melakukan sidak olengsengan ambrol di proyek Jembatan Kedungkandang, Selasa (24/11).
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam melakukan sidak plengsengan ambrol di proyek Jembatan Kedungkandang, Kota Malang, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin menilai, ambrolnya plengsengan ini memang dipastikan akibat faktor alam. Bukan akibat kelalaian pelaksana proyek.

“Berdasarkan paparan dan Detail Engineering Desain (DED), semuanya sesuai. Cuma ini kan di luar kontrol, di luar kekuatan kami dan akhirnya ambrol begini ini. Plengsengan yang ambrol karena adanya banjir,” terang dia.

Baca Juga

Namun, Fathol mengungkapkan, berdasarkan informasi warga sekitar, di kawasan tersebut memang sering terjadi kendala. Dan setiap tahunnya penunggu sungai Amprong itu selalu meminta tumbal.

“Untuk itu, nanti akan diadakan selamatan. Cukup dibuatkan lubang untuk jalan faktor X itu. Kemudian, akan ada doa bersama di sini dengan warga sekitar juga,” ujar dia.

Dia berharap, serangkaian proses ritual tersebut juga diiringi dengan upaya perbaikan. Yakni, percepatan pengerasan terhadap pemasangan dinding beton. Fathol menegaskan, terlepas dari apapun, pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) diharapkan segera mengubah pola pengerjaan, dari yang semula batu kini diganti beton.

“Dengan dinding beton, Insya Allah kekuatannya bertambah sekian kali lipat dari yang kemarin itu. Termasuk ini nanti ada pengurukan sehingga tidak ada air yang kembali meresap masuk ke sini,” kata politisi PKB tersebut.

Plengsengan Akan Diganti Beton

Terpisah, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso menegaskan, perbaikan penggantian plengsengan dengan bahan dasar beton dinilai akan lebih ideal. Mengingat, kondisi sungai Amprong memiliki debit air cukup tinggi, terlebih ketika musim hujan.

“Bagaimanapun, semua akan kami perbaiki. Tidak ada lagi pemasangan bahan baku batu di plengsengan nanti. Semua kita ganti beton, termasuk di plengsengan sisi timur,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Soni tersebut menguraikan, bangunan yang ambrol tersebut akan dijadikan sebagai plengsengan jalan alternatif bagi pengendara untuk putar balik ke arah Muharto. Apabila nanti di pertigaan jalan menuju fly over Jembatan Kedungkandang terjadi kemacetan.

“Saya perkirakan kemungkinan 3 minggu sudah selesai pembangunan plengsengannya,” ujar dia.

Soni optimis, proyek pembanguban Jembatan Kedungkandang akan selesai tepat waktu, yakni pada pertengahan Desember 2020.

“Tanggal 20 Desember nanti harus sudah selesai 100 persen dan tanggal 23 Desember akan diresmikan Bapak Wali Kota Malang,” pungkas dia optimis.(nda/aka)

Post Terkait

banner 468x60