Wanita dan Nikmat yang Berlimpah

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh: Ceo

Selamat malam, sayang..
Sudahkah rindu tersemai dalam qalbu?
Sudahkah gersang hasratmu dalam mencari arti tentang perang dan cinta?
Ahhh!!! Sesak..
Sepertiga hariku terhenti ketika berfikir tentang apa itu kita.

Sayang..
izinkan ku pinta satu syarat yang menjadi batas dalam dharmaku berjudul perjuangan.
Aku rindu hadir pelukmu..
Ketiak yang basah karena asuhmu padaku.
Aku rindu hadir manjamu..
Tubuh kurusmu yang kecil sembari memberi tanda agar aku mencintamu dengan cara terindah.

Bimbi? Boleh aku memanggilmu demikian wahai pujaku? Dalam bahasa doa yang ku ucap dengan mesra..
Dan kuingat Al-Kautsar.. Sabda Tuhan yang menjelaskan, Bahwa mencintai adalah nikmat yang berlimpah..

Bukankah Tuhan yang mengatur untuk apa kita bertemu dan saling merindu?
Bukankah Tuhan pula yang mencipta Siti Hawa untuk Adam cintai?
Aduh! Tuhan kita kembali menunjukan KebesaranNya atas apa sekarang aku..
Aku yang mencintai si perempuan dengan nikmat yang berlimpah..

Wanitaku.. Tidak indah memang apa yang kutulis dalam sajak penantian akan takdirimu.. Namun, inilah aku. Yang masih belajar untuk menjadi seorang kesatria.
Dalam tanah baddar maupun kurukasetra.

Maafkanlah aku…
Persimpangan dan kekacauan, dalam perang keyakinan atas kebenaran yang membawaku dalam peristiwa itu..

Sayang..
Bertanyalah siapa yang kucintai setelah Tuhan yang Maha Indah itu?
Yakinlah terjawab ketika cermin di rumahmu menjelaskan betapa sejuk umat berkerudung nan cantik ini.

Assalamualaikum sayang, semoga ucapku tak membuatmu jengah.
Semoga rinduku tersampai pada mimpi indahmu. Karena logika bukan jawaban atas apa yang terjadi atas diri dan rasa ini.