Pertanian Tumbuh Positif, Pemerintah Didorong Lebih Perhatikan Petani

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32 persen. Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen. Namun, disaat bersamaan PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen pada kuartal-II 2020.

Pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pertanian layak mendapatkan perhatian. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan investasi di sektor pertanian. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pertanian menjadi sektor utama penopang produk domestik bruto yang tumbuh mencapai 2,19 pada kuartal II 2020.

"
"

Baca Juga

"
"

Sementara empat sektor lainnya tumbuh negatif yakni industri (-6,19 persen), perdagangan (-7,57 persen), konstruksi (-5,39 persen) dan pertambangan (-2,72 persen). Kontribusi pertanian pun meningkat dari 13,57 persen pada kuartal II 2019 menjadi 15,46 persen pada kuartal II 2020. 

“Pertumbuhan sektor pertanian patut kita dukung dengan meningkatakan investasi dan memberikan banyak insentif. Peningkatan Investasi pemerintah dapat dilakukan melalui pemberian kredit, meningkatkan pendanaan penelitian dan pengembangan pertanian. Intensifikasi penggunaan teknologi maupun peningkatan jumlah angkatan petani-petani baru,” kata Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Gus Ami kepada wartawan di Jakarta.

Selain itu, menurut Gus Ami, pemerintah juga diharapkan memberikan banyak insentif kepada petani. Kenaikan NTP Juli 2020 belum sepenuhnya menguntungkan petani di Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan karena tidak meratanya infrastruktur. Khususnya untuk mengangkut hasil panen, serta panen raya yang berbarengan.

“Ini masalah selalu berulang. Harus ditemukan mekanisme penyerapan dan distribusi yang baik supaya tidak ada penumpukan saat panen. Harus dicari terobosan bagaimana improvisasi pada aspek distribusi hasil pertanian,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat menyerap hasil produksi petani dengan harga yang layak sehingga dapat mendongkrak NPT Petani. Khususnya sub sektor tanaman pangan dan holtikultura.

Sesuai Deklarasi PBB

Pertanian merupakan sektor pengungkit pertumbuhan ekonomi yang dapat diandalkan. Perubahan orientasi pertanian di Indonesia harus diarahkan pada konsep kedaulatan pangan. Sebagaimana tercantum dalam RPJMN dan telah menjadi visi pemerintahan.

“Prinsip-prinsip kedaulatan pangan juga sudah sesuai dengan Deklarasi PBB. Tentang Hak Asasi Petani dan Rakyat yang Bekerja di Pedesaan (UNDROP) menjadikan para petani dan nelayan sebagai produsen utama yang menghasilkan pangan tanpa tergantung importasi. Distribusi lahan melalui program reforma agraria dan diversifikasi pangan justru lebih tepat untuk segera dilaksanakan saat ini. Hal ini sekaligus dapat menjadi solusi di tengah krisis pangan disaat pendemi COVID-19 seperti saat ini,” pungkas Ketua Umum DPP PKB ini. (dan/top)

Post Terkait

banner 468x60