BP2MI Pontianak Pulangkan 50 Pekerja Migran Indonesia

  • Whatsapp
Pekerja Migran Indonesia
BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Pontianak, membantu pemulangan sebanyak 50 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya dideportasi oleh pemerintah Malaysia melalui PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PONTIANAK – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak membantu pemulangan sebanyak 50 pekerja migran Indonesia yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

BACA JUGA : Sebanyak 8.188 Pekerja Migran Sudah Tiba di Jawa Timur – Nusadaily.com

Baca Juga

“Hari ini kami memulangkan 50 orang, tiga di antaranya anak pekerja migran Indonesia yang dideportasi Malaysia menggunakan kapal Pelni menuju Jakarta, Tanjung Priok, kemudian di sana Kementerian Sosial menjemput karena penanganan harus lintas sektor dengan melibatkan kementerian dan lembaga,” kata Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP2MI Pontianak Andi Kusuma Irfandi di Pontianak, Rabu.

Para pekerja migran bermasalah tersebut berasal dari beberapa daerah. Diantaranya Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Lampung, NTB, NTT, dan Sulsel.

“Hari ini paling banyak memulangkan dari Jawa Timur 33 orang, Banten satu orang, Jawa Barat satu orang, Lampung satu orang, NTB satu orang, NTT dua orang, Sulsel tiga orang, dan tiga anak,” kata dia.

BACA JUGA : Perlu Diplomasi Khusus Agar Pekerja Migran Indonesia Mendapatkan Haknya – Noktahmerah.com

Sebelumnya 50 pekerja migran telah melakukan tes usap dan menjalani karantina selama lima hari oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Kalbar.

“Mereka sudah melakukan tes usap yang hasilnya semua negatif COVID-19 dan telah dikarantina selama lima hari oleh Satgas Penanganan COVID-19 di wilayah Kalbar. Baru diserahkan ke kami untuk dipulangkan ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Pemulangan Para Pekerja Migran

Model pemulangan para pekerja migran dilakukan secara estafet yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial sesuai arahan Gubernur Kalbar.

BACA JUGA : Pemkab Situbondo Karantina 15 Pekerja Migran dari Malaysia – Beritaloka.com

“Sistemnya estafet sesuai arahan gubernur, dan untuk yang di luar Kalbar kami bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Alhamdulillah mereka menyambut baik karena ada peran dan tugas mereka di sana,” katanya.

Selama bulan Mei 2021 jumlah pekerja migran bermasalah yang telah dideportasi sebanyak 525 orang. Terbanyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya atau total sebanyak 1.613 hingga bulan Mei 2021, katanya.(ros)