Kamis, September 23, 2021
BerandaNewsRegionalPeluru Mortir Ditemukan di Plafon Rumah Warga Kota Malang

Peluru Mortir Ditemukan di Plafon Rumah Warga Kota Malang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Dua orang warga mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Klojen, Kota Malang, Sabtu (27/3/2021). Mereka membawa kardus berukuran cukup besar. Setelah diperiksa, ternyata kardus tersebut berisi peluru mortir.

Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri menjelaskan, dua orang tersebut bernama Fahrul Yunianto (43), warga Jalan Bareng Tenes IV, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan Muhammad Ibnu Faris (30), warga Jalan Sulfat, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Keduanya datang sambil membawa kardus.

BACA JUGA: Jajakan PSK di Malang, Mucikari Asal Lumajang Ditangkap Polisi

“Dengan berhati-hati, anggota kami membuka kardus itu. Ternyata benar, di kardus itu ada sebuah peluru mortir yang dibalut dengan kain. Karena itu merupakan benda yang sangat berbahaya, kami pun langsung mengamankannya di tempat yang aman,” jelas dia, Minggu (28/3/2021).

Mendapati hal tersebut, pihaknya menghubungi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata terkait temuan peluru mortir itu.

“Pimpinan memberikan petunjuk, untuk menghubungi regu penjinak bom dari Surabaya. Rencananya, regu tersebut akan datang hari ini, untuk membawa dan memusnahkan peluru mortir tersebut,” kata dia.

Nadzir menguraikan, peluru mortir lonjong dengan diameter 10 centimeter dan panjang 15 centimeter itu, awalnya ditemukan oleh orang tua dari Muhammad Ibnu Faris, yang ditemukan sekitar 20 tahun yang lalu, pada saat menggali tanah.

BACA JUGA: Kasat Narkoba Polresta Malang Kota Dimutasi, Pasca Insiden Salah Tangkap Kolonel TNI

- Advertisement -

“Kemudian, peluru itu diserahkan ke saudaranya. Ternyata, peluru mortir itu disimpan di plafon rumah milik Fahrul. Peluru mortir itu baru diketahui lagi, saat Fahrul akan merenovasi tempat tinggalnya. Karena merupakan benda berbahaya, akhirnya peluru mortir itu dibawa kesini,” papar dia.

Dia menduga, peluru mortir itu berasal dari peninggalan jaman Belanda.

“Sepertinya berasal dari jaman Belanda. Yang jelas peluru mortir itu kondisinya masih baik. Dari kondisinya yang masih baik itu, diduga peluru mortir tersebut masih aktif. Sehingga butuh penanganan khusus dari regu penjinak bom,” tandas dia.(nda/lna)

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Genjot Pelatihan Inkubasi, Pemkot Mojokerto Targetkan Bentuk Ribuan Wirausahawan Baru

NUSADAILY.COM - MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19. Hal itu ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika...