Senin, September 20, 2021
BerandaNewsRegionalDTH Bagi Korban Gempa Malang Macet, BPBD: Banyak Kendala

DTH Bagi Korban Gempa Malang Macet, BPBD: Banyak Kendala

NUSADAILY.COM – MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan menindaklanjuti upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) kepada korban yang rumahnya rusak akibat gempa bumi 10 April 2021 lalu yang melanda Kabupaten Malang bagian selatan.

Menurut informasi, jumlah rumah yang berhasil diidentifikasi kerusakannya ada sebanyak 10.037 unit.

Untuk itu, terdapat selisih 2.568 unit, dari jumlah awal. Rumah yang dilaporkan rusak sebanyak 12.605 unit. Sedangkan untuk selisihnya, hingga saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim di lapangan.

Rinciannya, 4.679 rumah rusak ringan, 1.331 unit rusak sedang, 825 rumah rusak berat. Selain itu, ada sebanyak 3.202 unit rumah yang kerusakannya tidak masuk semua kriterian.

Baca Juga: Kemelut Bupati vs BPBD Soal Dana Open Donasi Gempa Malang

Menanggapi informasi terkait, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan memberikan penjelasannya, Senin (26/7/2021).

“Jadi, untuk DTH itu adalah dana pengganti kepada korban yang rumahnya mengalami rusak berat. Gunanya, agar mereka tidak terus menerus ditenda pengungsian. Jadi mereka dapat pergunakan dana tersebut untuk sewa rumah atau kos,” terangnya.

Baca Juga: Bantuan Sekolah Terdampak Gempa Malang Belum Cair, Siswa Terpaksa Ujian di Tenda

Mengenai nominal dan tahapannya, lanjut Sadono, akan diberikan selama enam bulan berturut-turut sampai merata kepada seluruh korban.

“Dana yang akan disalurkan sejumlah Rp500 Ribu perbulan, rencanya akan bertahap yakni selama enam bulan, jadi tahap pertama akan langsung diberikan untuk tiga bulan sejumlah Rp1,5 Juta per KK,” tukasnya.

Baca Juga: DPKPCK Verifikasi Rumah Rusak Korban Gempa Malang, BPBD Sudah Menunggu

Selain itu, BPBD juga telah menghimpun jumlah KK yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Tahap pertama, sudah terverifikasi sebanyak 617 KK secara teknis. Surat Keputusan (SK) Bupati juga tengah diproses dibagian hukum terkait penerimaan bantuan DTH,” bebernya.

Supaya bantuan tepat sasaran, BPBD saat ini juga telah mempersiapkan pembuatan rekening untuk para penerima DTH.

Baca Juga: Gempa Tektonik Magnitudo 5,3 Guncang Mamasa, Tak Berpotensi Tsunami

“Pihak bank penyalur juga kami siapkan. Karena memang harus diserahkan secara cashless,” katanya.

Diakui Sadono, BPBD tidak dapat bergerak sendiri dalam penyaluran DTH sebelum ada hasil verifikasi teknis dari Dinas yang menanganinya.

“Banyak pihak yang terlibat, dan semuanya harus prosedural. Mulai dari desa dan kecamatan seperti pengumpulan data administrasi pendukung, KTP dan KK calon penerima yang biasanya membutuhkan waktu minimal seminggu untuk tiap Desa,” imbunya.

Baca Juga: Terdampak Getaran Gempa Malang, Via Vallen: Bener-Bener Kuat

Ditekankannya, tanpa berkas tersebut BPBD sulit bergerak apalagi saat ini tim verifikasi dari dinas teknis belum dapat menjalankan kembali tugasnya sebab saat ini sedang masa PPKM Darurat.

“Tanpa berkas itu, kami pastikan tidak akan bisa dilakukan proses, sulit dipenuhi memang, kendalanya ya macam macam, jadi jangan dianggap BPBD yang tidak bergerak sebab memang banyak aspek yang masih macet,” Sadono mengakhiri. (aje)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

AnyFlip LightBox Embed Demo

popular minggu ini

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...