Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalCegah Munculnya Klaster Keluarga, Wali Kota Surabaya Siapkan Tempat Isolasi di Tiap...

Cegah Munculnya Klaster Keluarga, Wali Kota Surabaya Siapkan Tempat Isolasi di Tiap Kelurahan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam waktu dekat segera menyiapkan tempat isolasi yang tersebar di setiap kelurahan yang ada di Surabaya. Hal tersebut dibangun dan segera direalisasikan oleh Pemkot Surabaya guna mencegah munculnya klaster keluarga.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Eri Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya telah meminta kepada lurah agar cepat menyiapkan tempat untuk isolasi khusus bagi warganya yang terpapar Covid-19. Ia mengatakan jika lokasi isolasi tersebut harusnya berada pada tempat-tempat strategis seperti balai pertemuan atau lapangan.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Terbitkan SE Penggunaan Pembayaran Non Tunai Untuk Layanan Parkir

“Tiap kelurahan kita meminta Pak Lurah untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri. Kalau dalam satu rumah, swab antigennya positif, saya berharap ini ditarik untuk isolasi mandiri di tempat yang dipantau oleh pemerintah kota atau Puskesmas,” papar Eri Cahyadi, Jumat (16/07/2021).

Dalam keterangannya ia menilai, ketika satu orang positif melakukan isolasi mandiri di rumah, hal ini tentu akan menyulitkan Puskesmas melakukan pengawasan. Terlebih, jika kondisi rumahnya tidak layak, kemungkinan besar malah justru dapat menimbulkan penularan dalam keluarga tersebut.

BACA JUGA: Satpol PP Surabaya Edukasi Aturan PPKM Darurat Sembari Beri Sembako

“Kalau (isolasi) di rumah-rumah sendiri, itu susah kita pantaunya. Kedua yang muncul itu sekarang klaster keluarga. Satu (orang) reaktif atau positif, setelah itu tidak mau ditarik isolasi mandiri, yang lainnya tertular anak istrinya,” jelasnya.

Menurutnya, terkadang dari pihak keluarga sendiri juga ada yang tidak mau diarahkan agar isolasi di tempat khusus yang disediakan. Makanya, Wali Kota Eri berharap keada pengurus RT/RW dapat membantu dalam melakukan pendekatan atau memberikan pemahaman kepada masing-masing warganya.

BACA JUGA: Bantu Pemkot Surabaya, Ratusan Relawan Siap Jadi Pengemudi Ambulans

“Kita berharap RT/RW juga bisa melakukan pendekatan, sehingga kita harus menyampaikan dulu ke keluarganya menjelaskan. Kalau dipaksa pun malah tidak waras-waras (sembuh-sembuh), karena psikis ini pengaruhnya besar,” imbuhnya.

Dalam akhir sambutannya, Wali Kota Eri juga berharap, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai tanggal 12 – 20 Juli 2021 ini dapat semakin menurunkan kasus Covid-19 di Surabaya. Di sisi lain, pihaknya juga mengaku terus berupaya mengejar herd immunity atau kekebalan komunal warga Surabaya dapat mencapai 70 persen.

BACA JUGA: Melalui SE Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi Imbau Masyarakat Ibadah di Rumah

“Harapan kita sampai tanggal 20 Juli 2021, (Covid-19) di Surabaya bisa melandai. Sehingga kita juga melakukan vaksin massal, harapan kita 70 persen herd immunity nya sudah bisa tercover seluruh warga Surabaya. Sehingga ke depannya kita bisa memulihkan ekonomi,” pungkasnya.(jar/lna)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR