Senin, September 26, 2022
BerandaNewsRegionalBupati Jember Ubah Arah Pembangunan untuk 2023

Bupati Jember Ubah Arah Pembangunan untuk 2023

NUSADAILY.COM – JEMBER – Orientasi pembangunan Kabupaten Jember ke depan, sepertinya akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Gambarannya memang belum terlalu jelas. Tapi, dapat diamati melalui postur rancangan pendanaan yang termuat dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) untuk bahan Rancangan APBD 2023.

Dokumen tersebut baru saja dikirim secara resmi oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto untuk DPRD Jember. Kemudian, tengah berlangsung telaah di Gedung Dewan sejak Kamis, 11 Agustus 2022.

BACA JUGA: Bahan Rancangan APBD Jember 2023 Terlambat Disusun

Bupati Hendy merancang APBD 2023 senilai Rp4 triliun. Terdiri atas pos belanja operasi Rp3 triliun; belanja modal Rp436 miliar; belanja tidak terduga Rp54,4 miliar; dan belanja transfer Rp512,8 miliar.

Sangat tidak sama dengan tahun pertama Bupati Hendy menjabat, yakni APBD 2021 senilai Rp3,7 triliun. Dimana terdapat belanja operasi Rp2,7 triliun; belanja modal Rp552 miliar; belanja tidak terduga Rp15 miliar; dan belanja transfer Rp445 miliar.

Juga berbeda sekali dengan APBD 2022 yang terkesan lebih ambisius sebesar Rp4,4 triliun. Sebab, mengalokasikan belanja operasi Rp3 triliun; belanja modal Rp904,5 miliar; belanja tidak terduga Rp44,4 miliar; dan belanja transfer Rp479,4 miliar.

Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi mengamati, rancangan pendanaan APBD 2023 tampaknya beradaptasi dengan tingkat performa gerbong eksekutif.

BACA JUGA: Enam Paket Proyek Multiyears Jalan Jember Belum Selesai Ancam Putus Kontrak Rekanan

Menurutnya, aparatur yang tersedia dalam rumah birokrasi Pemkab Jember dirasa tidak cukup mampu memenuhi ekspektasi besar.

“Kami memandang (proyeksi APBD 2023) Rp4 triliun itu lebih realistis. Menurun memang, tapi lebih realistis,” tutur politisi PKB itu.

Itqon memprediksi, Bupati Hendy tampak memperkecil asumsi belanja agar program kegiatan berjalan efektif. Artinya, tidak terlalu banyak perencanaan yang justru terbuang sia-sia.

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Anies Baswedan Akui Banyak Komunikasi dengan Parpol soal Capres

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui dirinya banyak berkomunikasi dengan partai politik jelang Pilpres 2024. Anies mengatakan, partai-partai saat ini sedang...