Sabtu, Januari 22, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsRegionalBansos Guru Ngaji Jember Mulai Cair Setelah Benahi Kekeliruan Kode Rekening Anggaran

Bansos Guru Ngaji Jember Mulai Cair Setelah Benahi Kekeliruan Kode Rekening Anggaran

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember telah memperbaiki kesalahan kode rekening pos anggaran bantuan sosial di Bagian Kesejahteraan Rakyat. Sehingga, hak para guru ngaji mulai disalurkan meski bertahap.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ada total 23.697 guru ngaji. Separuhnya diberikan tahun ini untuk bantuanya, sisanya tahun depan,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan.

Tahun 2021, penyaluran sementara kepada 11 ribu orang. Sedangkan, 11 ribu lebih guru ngaji yang belum berkesempatan memperoleh bansos tahun ini bakal mendapatkannya pada tahun 2022.

BACA JUGA: Bupati Jember dapat Tips Melawan Hukum dari Bupati Badung

“Pendataan guru ngaji memang sebanyak 23 ribu orang. Tapi, karena keterbatasan anggaran diberikan untuk separuh guru ngaji, dan separuhnya lagi tahun depan,” jelas Kabag Kesra Jember Achmad Mushoddaq, Kamis, 2 Desember 2021.

Bentuk bantuan adalah berupa uang senilai Rp1,5 juta untuk masing-masing orang. Pencairannya lewat lembaga keuangan yang telah ditunjuk oleh Pemkab Jember, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Proses pencairan dilakukan sejak acara simbolis oleh Bapak Bupati Jember Hendy Siswanto tanggal 25 Nopember 2021 lalu,” sambung Mushoddaq.

Pencairan Langsung oleh Unit BRI

Metode pencairan langsung oleh unit BRI tingkat kecamatan, dan dijadwal bertahap dengan batas jumlah antrian tertentu agar tidak sampai menimbulkan kerumunan massal. Hal ini dimaksudkan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Menurut Mushoddaq, kedepan skema anggaran bakal diubah dari bansos menjadi insentif pada tahun 2023 yang akan datang. Maka, selanjutnya untuk pemberian bantuan kepada guru ngaji dapat berlangsung secara rutin tiap tahun.

“Jika sudah insentif, tidak terkendala lagi dengan aturan seperti bansos yang memang dilarang diberikan berturut-turut,” papar Mushoddaq.

BACA JUGA: Bupati Jember Kirim Surat ke Kemenkeu Untuk Ajukan Tambahan DAU

Pemkab Jember akan terlebih dahulu membentuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) sebelum menuju pemberian anggaran kepada guru ngaji dengan skema insentif.

Dalam organisasi tersebut secara resmi dimasukkan program pendidikan membaca dan menulis Al Qur’an yang lantas dijalankan oleh para guru ngaji.

“Karena ini memfasilitasi guru ngaji agar diberi insentif per tahun dengan jalan tidak menyalahi aturan. Seperti yang dilakukan Pemprov Jatim memberi insentif untuk Hufadz atau penghafal Al Qur’an,” urai Mushoddaq. (sut/aka)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily